Panen Ganda di Sawah: Dinas Perikanan Ajarkan Warga Labanan Sistem Minapadi

oleh -530 views
PENYULUHAN yang digelar pada Rabu (29/10/2025) di Balai Pertemuan Kampung Labanan Makmur ini fokus pada pengenalan budidaya tumpangsari antara padi dan ikan air tawar, seperti nila dan mas.foto dok Dimensinews.id

LABANAN MAKMUR, DIMENSINEWS — Petani di Kampung Labanan Makmur kini punya harapan baru untuk meningkatkan hasil panen dan pendapatan. Melalui kolaborasi unik antara Dinas Perikanan Kabupaten Berau dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam program TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa), warga diajari mengunakan sistem budidaya yang cerdas: Minapadi.

Penyuluhan yang digelar pada Rabu (29/10/2025) di Balai Pertemuan Kampung Labanan Makmur ini fokus pada pengenalan budidaya tumpangsari antara padi dan ikan air tawar, seperti nila dan mas.

Solusi Cerdas Petani Berau
Minapadi adalah teknik budidaya yang memanfaatkan lahan sawah secara ganda. Ikan dipelihara di parit yang sengaja dibuat di pinggiran petak sawah. Hasilnya? Panen Ganda—panen ikan dan panen padi.

Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan, Budiono,S.Pi,M.Si, menjelaskan bahwa sistem ini menawarkan solusi efisiensi lahan dan ekonomi.

“Minapadi ini diharapkan dapat memberikan dampak pada peningkatan produksi perikanan dan pertanian. Yang paling penting, ini meningkatkan ekonomi dan kelestarian lingkungan karena sisa metabolisme ikan menjadi pupuk organik alami bagi padi. Ini juga jadi cadangan penghasilan jika salah satu komoditas gagal panen,” jelas Budiono.

Dukungan program TMMD untuk ketahanan pangan juga disampaikan oleh Kapten Hermanto, yang menegaskan sinergi antara Pemda dan TNI untuk kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Kolam, Coba Sawah Ikan
Saat ini, sebagian besar masyarakat di Labanan Makmur masih menggunakan sistem kolam biasa untuk budidaya ikan. Namun, minat untuk mencoba Minapadi cukup tinggi, terutama karena sistem ini sudah berhasil diterapkan di kampung tetangga, Labanan Jaya. Sebanyak 30 peserta penyuluhan, yang terdiri dari pembudidaya ikan dan masyarakat umum, tampak antusias.

Salah satu peserta, Thomas, mengajukan pertanyaan krusial mengenai hambatan yang mungkin timbul. Penyuluh dari Bidang Budidaya, Yustina,S.Pi memberikan jawaban lugas terkait kunci sukses Minapadi, yakni: pemilihan lokasi dan pengairan yang lancar, penggunaan varietas padi unggul, penanganan hama yang tepat, serta penerapan biosecurity.

Yustina, menambahkan, peran sektor perikanan sangat strategis dalam pemenuhan protein hewani sehat. “Ini adalah upaya kita dalam pengendalian stunting dan inflasi, sekaligus perluasan lapangan kerja menuju Generasi Emas 2045,” ujarnya.

Dinas Perikanan berkomitmen untuk melakukan pendampingan teknis intensif pada sawah dan kolam percontohan yang akan dijadikan ‘Sekolah Lapang’ bagi masyarakat. Upaya pembinaan akan terus dilaksanakan secara konsisten, kolaboratif, melalui pelatihan dan bimbingan teknis.

(adv/kom25/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.