Gubernur Kaltim Dorong Pengerukan Sungai Mahakam sebagai Solusi Banjir dan Kelancaran Pelayaran

oleh -127 views
Rudy Mas'ud

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menempatkan pengerukan Sungai Mahakam sebagai langkah utama untuk mengatasi banjir dan persoalan pelayaran yang semakin mengganggu aktivitas ekonomi daerah. Gubernur Kaltim H. Rudy Mas’ud menegaskan bahwa kondisi pendangkalan di sejumlah titik sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.

Rudy menjelaskan pendangkalan terjadi akibat tingginya endapan lumpur dari hulu yang terbawa arus menuju hilir, sehingga mengurangi kedalaman sungai secara signifikan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada mobilitas kapal, termasuk tongkang pengangkut batubara dan logistik.

“Beberapa titik, kedalaman hanya 3 meter-an saja. Padahal kapal tongkang membutuhkan kedalaman 4,8 meter,” kata Gubernur Kaltim menekankan kebutuhan mendesak untuk pengerukan.

Menurutnya, tanpa tindakan cepat, pendangkalan akan semakin parah dan kapal akan makin sulit melintas. Mahakam, yang menjadi jalur vital bagi logistik, bahan bakar, hingga komoditas ekonomi lainnya, disebut Rudy harus berfungsi optimal sebagai nadi kehidupan masyarakat Kaltim.

Ia menyebut pendangkalan sungai juga menjadi salah satu pemicu banjir di Kota Samarinda.

“Banjir di Samarinda tidak hanya karena curah hujan, tetapi juga karena sungainya dangkal. Selagi sungai masih dangkal, pasang air laut tinggi dan hujan deras, Samarinda akan terus banjir,” tegas Rudy menjelaskan penyebabnya.

Selain itu, pendangkalan berdampak serius pada sektor pelayaran. Kapal tongkang pertambangan dan logistik kerap mandek dan kandas, menghambat perdagangan dan menimbulkan potensi kerugian ekonomi bagi daerah.

Rudy mengungkapkan Pemprov Kaltim telah mengidentifikasi sejumlah titik kritis yang membutuhkan pengerukan segera, antara lain Anggana, Kutai Lama, Muara Segah, Muara Nibung, serta kawasan Handil di Kutai Kartanegara. Ia menilai pengerjaan pengerukan secara menyeluruh menjadi langkah strategis untuk menjawab dua persoalan besar sekaligus.

“Pemprov Kaltim sudah mengidentifikasi beberapa titik yang kritis di Sungai Mahakam, tentu ini menjadi hal yang urgen,” jelas Rudy.

Ia menegaskan bahwa pengerukan yang dilakukan secara masif di titik-titik rawan akan memperlancar arus ekonomi dan aktivitas pelayaran.

“Kalau Sungai Mahakam bisa dikeruk secara bersamaan, maka masalah besar itu pasti akan selesai, ekonomi dan pelayaran akan tambah lancar,” pungkasnya.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.