Disdikbud Kaltim Soroti Krisis Karakter Siswa, Dorong Kolaborasi Guru dan Orang Tua sebagai Solusi

oleh -221 views
Atik Sulistyowati

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat kebijakan pendidikan berkarakter di sekolah. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, kebijakan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, masyarakat, dan pemerintah.

Subkoordinator Kurikulum dan Penilaian SMA Disdikbud Kaltim, Atik Sulistyowati, menjelaskan bahwa pada dasarnya seluruh mata pelajaran di sekolah sudah menanamkan pendidikan karakter. Namun, implementasi di lapangan dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari lingkungan internal maupun eksternal siswa.

“Kalau untuk pendidikan di dalam kurikulum, hampir semua mata pelajaran itu sudah menekankan kepada karakter. Tapi dalam implementasinya, pengaruh lingkungan, baik internal maupun eksternal, sangat tinggi,” ujarnya saat diwawancarai awak media di Samarinda, Rabu (12/11/2025).

Ia menambahkan, dinamika perubahan dalam sistem pendidikan juga turut memengaruhi cara guru dan sekolah menanamkan nilai-nilai karakter. Mulai dari perubahan kurikulum hingga penyesuaian aturan tentang tugas guru, semuanya memberi dampak pada proses pembelajaran.

Meskipun demikian, menurut Atik, pendidikan pada dasarnya sejak dulu hingga kini tetap berorientasi pada pembentukan budi pekerti.

Menurutnya, tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di pundak guru, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dukungan keluarga, lingkungan sekitar, serta kepedulian publik menjadi bagian penting yang menentukan keberhasilan pendidikan karakter di sekolah.

Lebih lanjut, Atik menyoroti bahwa tantangan saat ini adalah munculnya perilaku siswa yang dianggap kurang sopan terhadap guru.

Ia menilai kondisi tersebut tidak bisa disalahkan pada satu pihak semata, sebab setiap komponen pendidikan memiliki tanggung jawab dan perannya masing-masing.

“Banyak faktor yang memengaruhi perubahan perilaku siswa. Bisa jadi sistem pembelajaran yang kurang kondusif, atau kurangnya dukungan dari keluarga dan masyarakat,” tutupnya.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.