Inovasi ‘Zero Waste’ Pertanian Berau: UPT BBPHA Sulap Galon Bekas Jadi Lampu Perangkap Hama Tenaga Surya

oleh -386 views
INOVASI Lampu Perangkap Hama Tenaga Surya yang dibuat dari galon plastik bekas. foto UPT BBPHA

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Pertanian dan Hortikultura (UPT BBPHA) Kabupaten Berau meluncurkan inovasi cerdas berbasis konsep zero waste yang dirancang untuk merevolusi strategi pengendalian hama di lahan pertanian. Inovasi sederhana ini adalah Lampu Perangkap Hama Tenaga Surya yang dibuat dari galon plastik bekas.

Kepala UPT BBPHA Berau, Adi Mulyo, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kebutuhan akan solusi pengendalian hama yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

“UPT BBPHA memanfaatkan limbah galon plastik bekas untuk menciptakan Lampu Perangkap Hama Sederhana yang berfungsi vital dalam monitoring serangan hama di lahan persawahan,” ungkap Adi Mulyo, Kamis (13/11/2025) .

Mengidentifikasi Hama, Menekan Biaya
Adi Mulyo menerangkan, fungsi utama dari lampu perangkap ini bukanlah sekadar membunuh hama, melainkan untuk identifikasi spesifik jenis dan populasi hama di sawah.

“Awalnya saya sendiri juga tidak terpikirkan, dengan adanya inisiatif dari rekan-rekan, kita menggunakan lampu perangkap itu,” ujarnya.

Menurutnya, hasil identifikasi ini sangat krusial. “Hasil identifikasi ini menjadi penentu kapan waktu yang tepat untuk bertindak. Setelah teridentifikasi dan sudah mencapai ambang batas pengendalian, baru kita kendalikan. Jadi, kita menggunakan herbisida itu tidak sembarangan,” jelasnya.

Dengan data identifikasi yang akurat, penggunaan pestisida atau herbisida dapat dilakukan secara spesifik dan terarah. Hal ini secara langsung mampu menekan biaya operasional petani, mengurangi dampak buruk pada lingkungan, dan mengeliminasi praktik penyemprotan tanpa target yang jelas.

Galon Bekas dan Solar Panel 5 Watt
Inovasi ini menonjol karena sepenuhnya mengedepankan konsep penggunaan ulang limbah (zero waste) dan energi terbarukan.
“Perangkap yang ada dalam badan perangkap menggunakan galon plastik yang tidak terpakai sebagai limbah,” imbuhnya.

Sementara itu, sumber cahaya perangkap menggunakan lampu tenaga surya (solar) berkapasitas rendah, yakni hanya 5 watt.
“Kami mengajarkan seperti itu, menggunakan lampu perangkap itu tapi menggunakan limbah yang ada. Baru kita belikan lampu, lampu yang dari tenaga surya itu,” terang Adi Mulyo.

Saat ini, inovasi sederhana, hemat biaya, dan berkelanjutan ini tengah gencar disosialisasikan kepada para penyuluh pertanian. Adi Mulyo memastikan bahwa arah pengembangan ke depan adalah memfasilitasi dan mengarahkan petani agar dapat menerapkan teknologi sederhana ini secara luas, demi mendukung upaya pertanian berkelanjutan dan hemat biaya.

(adv/kom25/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.