Meski Anggaran Dipangkas, Dispar Kaltim Masih Konsisten Perjuangkan Desa Wisata

oleh -381 views
Ririn Sari Dewi

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menjadikan penguatan desa wisata sebagai salah satu tugas utama tahun ini. Meskipun, kini lihaknya tengah mengalami pengurangan anggaran daerah yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp6 triliun pada tahun depan.

Adapun strategi yang ditempuh yaitu memperluas kolaborasi dengan berbagai perusahaan pengampu dan pemangku kepentingan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Ririn Sari Dewi, menjelaskan pentingnya langkah ini. Ia menyebut kolaborasi dengan perusahaan menjadi penting karena proyeksi anggaran yang berkurang.

“Pengembangan desa wisata ini telah diprogramkan di setiap titik sesuai rencana yang ditetapkan hingga tahun 2025,” ujar Ririn saat diwawancarai awak media di Samarinda, belum lama ini.

Dimana tugas provinsi adalah mendorong desa wisata yang sudah ada, untuk naik kategori dari berkembang menjadi maju.

Pemerintah provinsi pun menggandeng banyak pihak, di antaranya Bank Indonesia, Bank Kaltimtara, BUMN, dan sejumlah perusahaan tambang yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Ruang lingkup kerja sama yang disepakati (MoU) tidak hanya berfokus pada pengembangan desa wisata, tetapi juga mencakup sektor ekonomi kreatif. Kolaborasi ini adalah bagian dari program Jospol milik Gubernur dan Wagub Kaltim, Rudy Mas’ud dan Seno Aji.

Hal ini meliputi penguatan sarana prasarana, promosi dan pemasaran, serta pengembangan destinasi unggulan.

Berbagai kolaborasi sudah terjalin, seperti Samarinda bersama Bank Indonesia, Balikpapan bersama PLN Nusantara, dan Paser bersama PT Kideco. Untuk Kutai Kartanegara, mitra kerjanya adalah Indominco, sementara Kutim bersama PT Indexim.

Ririn Sari Dewi menyampaikan bahwa pendampingan desa wisata tetap akan dilakukan melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan dinas pariwisata melakukan pembinaan, pendampingan tata kelola, serta monitoring melalui asesmen standar desa wisata,” terangnya.

Saat ini tercatat ada sekitar 105 desa wisata, mulai dari rintisan hingga maju, dengan pembagian tugas berjenjang. Pemerintah pun bertugas mengembangkan desa dari berkembang menjadi maju. Setiap lima tahun ditargetkan ada progres signifikan hingga tahun 2029.

Melalui kerja sama ini, pelatihan sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terus dilaksanakan. Pelaku industri kreatif juga dilibatkan dalam ekosistem desa wisata, misalnya dalam pengembangan Kampung Tenun.

“Kami akan terus bekerja sama dengan para pemangku kepentingan,” tutupnya.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.