DPRD Kubar Minta Percepatan Layanan Internet, Diskominfo Kaltim: Ada 30 Kampung Tidak Berlistrik

oleh -137 views

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Akses internet yang masih lemah di sejumlah kampung terpencil di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi fokus utama kunjungan kerja anggota DPRD Kubar ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim. Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi I, Ellyson, datang untuk berkonsultasi terkait pelaksanaan program Gratispol dan Jospol milik Pemprov Kaltim.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Wiek Kominfo, Kamis (20/11/2025), DPRD Kubar menyampaikan bahwa 194 kampung/kelurahan di wilayah mereka masih menghadapi kesulitan akses jaringan.

“Kami sangat kesulitan jaringan di beberapa kampung. Sampai di mana sudah realisasi bantuan Pemprov? Kami mohon Diskominfo kalau memang ada bantuan khusus, mohon direalisasikan. Kubar sangat jauh dari ibu kota provinsi, Gratispol harusnya bisa mengakomodir kebutuhan jaringan di Kubar,” desak Ellyson.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kubar, Ridwai, bersama anggota komisi lainnya. Mereka menelusuri perkembangan program layanan internet gratis agar Kutai Barat tidak tertinggal dari sisi akses informasi.

Sekretaris Diskominfo Kaltim, Edi Hermawanto Noor, menyambut baik konsultasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa sasaran utama program Gratispol adalah menyediakan layanan internet gratis di seluruh desa. Namun pembangunan infrastruktur BTS di lokasi blankspot merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Sementara itu, Anggi Dwi Chandra, Pranata Komputer Ahli Pertama Bidang TIK Diskominfo Kaltim, memaparkan realisasi Gratispol Internet Desa di Kubar. Dari target 190 desa, sudah 105 desa terpasang internet gratis, sementara 85 desa lainnya masih dalam proses penyelesaian.

“Sesuai janji Gubernur dan Wakil Gubernur, tahun ini clear 841 desa se-Kaltim. Masalahnya di lapangan, internet mau masuk, tapi ada 30 kampung tidak memiliki listrik,” ujarnya.

Untuk mendukung pemasangan Internet Desa, Diskominfo Kaltim bekerja sama dengan enam Internet Service Provider (ISP) seperti Telkom Group, Icon Plus, dan Comtelindo. Teknologi yang digunakan menyesuaikan kondisi wilayah, mulai dari Fiber Optik (FO), jaringan GSM/Orbit, hingga VSAT dan Starlink.

Anggi juga menyebut telah terdapat 80 titik satelit yang beroperasi. Menanggapi permintaan penggunaan Starlink di seluruh desa, ia menegaskan adanya keterbatasan biaya layanan tersebut.

“Starlink sekarang punya regulasi per kuota. Kalau mau Starlink semua, anggaran tidak mampu. Kami lakukan pengecekan di Berau, kuota 1 terabyte atau seribu gigabyte itu dipakai tidak sampai setengah bulan habis. Jadi harus ada edukasi penggunaan internet,” jelasnya.

Menutup diskusi, Plt Kabid Aptika, Fery, memaparkan pemanfaatan aplikasi Sakti Gemas sebagai bagian dari penguatan layanan digital Pemprov Kaltim.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.