Kaltim Dorong Hilirisasi Kelapa untuk Tingkatkan PAD dan Perkuat Ekonomi Hijau

oleh -208 views
Rudy Mas'ud

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan industri hilirisasi kelapa dalam sebagai sektor investasi baru. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Kaltim untuk mempercepat transisi menuju ekonomi hijau dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam yang tidak terbarukan.

Dalam pernyataannya di Samarinda, Jumat (21/11/2025), Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan bahwa komoditas kelapa dalam memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masa depan.

“Penting bagi kita untuk membuka seluas-luasnya investasi untuk pengembangan hilirisasi, salah satunya melalui komoditas kelapa dalam,” jelasnya.

Indonesia, sebagai salah satu produsen kelapa dalam terbesar di dunia, dinilai memiliki keunggulan iklim tropis yang mendukung produksi kelapa. Namun Gubernur menyoroti bahwa sebagian besar kelapa dalam negeri masih diekspor dalam bentuk mentah ke negara lain, termasuk Thailand dan Vietnam.

“Kelapa dalam memiliki potensi hilirisasi yang luar biasa,” lanjutnya.

Rudy menyampaikan bahwa produktivitas kelapa dalam sangat menjanjikan. Satu pohon kelapa dapat menghasilkan 50–80 butir per tahun, sementara nilai ekonomi dari kopra saja mencapai Rp35 juta per hektare tiap tahun. Angka tersebut masih jauh dibandingkan potensi industri hilir yang mencapai triliunan rupiah secara nasional.

Ia juga memaparkan panjangnya rantai nilai yang dapat tercipta dari hilirisasi kelapa dalam. Komoditas ini tidak hanya menghasilkan kopra, tetapi bisa dikembangkan menjadi minyak kelapa, santan kemasan, virgin coconut oil (VCO), serta produk turunan industri seperti coco fiber dan coco peat yang sangat dibutuhkan pasar global, terutama untuk industri makanan sehat, kosmetik alami, hingga material ramah lingkungan.

“Produk-produk turunan ini sangat diminati pasar global untuk industri makanan sehat, kosmetik, dan bahan alami,” jelas Rudy.

Untuk mempercepat investasi, Gubernur meminta seluruh perangkat daerah mempermudah proses perizinan dan mendukung promosi investasi yang lebih terarah.

“Kalau bisa dipermudah, mengapa dipersulit. Mari bekerja keras, cepat, dan tepat. Lakukan semuanya dengan ikhlas dan sepenuh hati,” pesannya.

Rudy menekankan bahwa penyederhanaan birokrasi dan penyajian data potensi kelapa dalam yang komprehensif akan menciptakan iklim investasi yang lebih menarik, baik bagi investor dalam negeri maupun luar negeri.

Pemprov Kaltim optimistis bahwa optimalisasi hilirisasi kelapa dalam akan memperkuat struktur ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sektor sumber daya alam tak terbarukan. Transformasi ini dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkokoh posisi Kaltim sebagai daerah yang siap menapaki ekonomi hijau secara lebih mandiri dan berkelanjutan.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.