Lebih dari 700 Personel Dikerahkan pada Apel Siaga Bencana 2025 di Makodam VI/Mulawarman

oleh -269 views

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengerahkan lebih dari 700 personel gabungan dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana 2025 yang berlangsung di Makodam VI/Mulawarman, Sabtu (22/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari apel serentak nasional sebagai tindak lanjut instruksi Presiden untuk memastikan kesiapan daerah menghadapi potensi bencana pada puncak musim hujan.

Barisan kendaraan taktis, perahu karet, drone pemantau cuaca, alat deteksi korban, logistik darurat, serta perangkat komunikasi memenuhi lapangan Makodam sebagai bentuk simulasi awal aktivasi status darurat. Pemeriksaan personel dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pasukan TNI–Polri, tim SAR, unit pemadam kebakaran, hingga unsur perangkat daerah yang kerap terlibat langsung dalam penanganan banjir serta longsor.

Apel dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur dan dihadiri Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, S.I.P., M.Sc., serta Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Dr. H. M. Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si. Gubernur menegaskan bahwa kesiapan seluruh instansi menjadi faktor penting untuk memastikan keselamatan masyarakat di tengah dinamika cuaca ekstrem.

“Kita memasuki periode yang sangat sensitif dari sisi cuaca. Curah hujan meningkat, dan dinamika alam tidak selalu bisa diprediksi. Karena itu, setiap unsur harus berada pada posisi siaga penuh agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” ujarnya.

Selain menyoroti kesiapan organisasi dan peralatan, Gubernur juga mengingatkan pentingnya memastikan sistem komunikasi antarlembaga berfungsi optimal. Ia menegaskan bahwa koordinasi yang solid diperlukan untuk mempercepat tindakan penyelamatan.

“Setiap instansi memiliki mekanisme kerja masing-masing, namun semua harus terhubung dalam satu arah komando. Jika komunikasi berjalan lancar, maka langkah-langkah penyelamatan dapat kita lakukan lebih terarah,” kata Gubernur.

Dalam kesempatan itu, ia turut menekankan perlunya edukasi kebencanaan bagi masyarakat, terutama mengenai titik evakuasi, risiko lingkungan, dan langkah penyelamatan keluarga.

“Pemerintah menyiapkan sistem dan kekuatan di lapangan, sementara masyarakat perlu memahami apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Dengan begitu, potensi korban dapat ditekan,” tuturnya.

Melalui video conference, sepuluh kepala daerah di Kaltim memberikan laporan terkait kesiapan posko, ketersediaan logistik darurat, akses evakuasi, dan kondisi peralatan penyelamatan. Laporan ini menjadi bagian dari sistem pemantauan terpadu menghadapi puncak musim hujan. Dalam pemetaan terbaru, Samarinda disebut berisiko tinggi akibat potensi peningkatan debit Sungai Mahakam, sementara daerah pesisir Balikpapan rawan gelombang tinggi dan abrasi. Adapun Bontang, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Berau kembali dipetakan sebagai wilayah yang rentan banjir serta longsor.

Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman menegaskan kesiapan penuh seluruh jajaran TNI dalam mendukung operasi kebencanaan.

“Kami menegaskan kembali kesiapan operasional seluruh satuan. Pengecekan dilakukan secara menyeluruh agar setiap prajurit dapat bergerak tanpa ragu ketika situasi darurat ditetapkan,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa latihan gabungan lintas instansi rutin dilakukan sepanjang tahun, mencakup simulasi penyelamatan banjir, pencarian korban hilang, penyiapan jalur evakuasi, hingga distribusi logistik darurat.

“Setiap latihan bertujuan menyamakan langkah antarunit sehingga saat berada di lapangan, seluruh unsur memahami alur tindakan yang harus dilakukan,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, jajaran pimpinan meninjau langsung kesiapan peralatan lapangan, mulai dari kendaraan multifungsi, dapur umum, perahu karet, alat selam, kendaraan pemadam, hingga perangkat komunikasi jarak jauh untuk menjangkau wilayah terpencil.

Apel Kesiapsiagaan Bencana 2025 ini menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Provinsi Kaltim dalam memperkuat respons daerah terhadap ancaman banjir, tanah longsor, puting beliung, dan berbagai potensi bencana lainnya pada periode cuaca ekstrem akhir tahun.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.