Dinas ESDM Kaltim Fokus Perkuat Transformasi Energi di Tengah Keterbatasan Bahan Baku EBT

oleh -270 views
Bambang Arwanto

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat arah transformasi energi menuju sektor energi baru terbarukan (EBT). Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menegaskan bahwa potensi pasar EBT sangat besar, terutama seiring berkembangnya kebutuhan biodiesel yang kini bergerak dari B40 menuju rencana B50.

Sebagai informasi, B40 adalah campuran bahan bakar solar dengan 40 persen biodiesel dari minyak nabati (seperti sawit) dan 60 persen solar fosil. Bambang menyebutkan, dalam beberapa tahun terakhir pembangunan fasilitas refinery di Kaltim meningkat pesat.

“Sudah ada enam refinery yang dibangun,” ungkap Bambang saat diwawancarai awak media di Samarinda, Selasa (25/11/2025).

Namun, ia tidak menutup mata bahwa persoalan terbesar saat ini justru berada di sisi hulu.

“Bahan baku kita sangat minim. Jadi rebutan sekarang karena ketersediaannya terbatas. Bahkan ada perusahaan yang mengambil dari Manokwari,” jelas Bambang.

Kondisi ini menjadi tantangan serius mengingat Kaltim menargetkan bauran energi bersih mencapai 70 persen pada 2045. Selain soal bahan baku, Bambang juga menyoroti aspek ketenagakerjaan. Ia membenarkan bahwa peralihan dari energi fosil ke EBT akan berdampak pada perubahan kebutuhan tenaga kerja.

“Akan ada ratusan pekerja yang harus direskilling. Ini bagian dari mekanisme pasar. Kita harus siap dengan perpindahan sektor,” katanya.

Pemerintah provinsi, lanjut Bambang, telah menyiapkan 12 sektor prioritas sebagai tulang punggung transformasi energi. Sektor tersebut meliputi biodiesel, pengembangan pangan, migas ramah lingkungan, hingga budidaya udang windu. Dirinya pun berharap sektor-sektor ini mampu menyerap kembali pekerja yang terdampak pergeseran industri.

Bambang memastikan Dinas ESDM akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga pelatihan sumber daya manusia, untuk memastikan proses reskilling berjalan optimal.

“Ya pasti, karena ini mekanisme pasar. Kita harus bergerak bersama,” tutupnya. (ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.