10 Tahun Eksistensi Terasi “Novita”, Bisnis Keluarga yang Kini Jadi Andalan

oleh -791 views
Arbafiani, pemilik usaha Terasi Udang "Novita Berau", menunjukkan produk andalannya yang kini telah dipasarkan hingga ke luar Kalimantan. dok Helda Mildiana Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Di tengah semaraknya penutupan Festival Hari Ikan Nasional di Lapangan Pemuda, Tanjung Redeb, pekan lalu , Minggu (23/11/2025) sosok Arbafiani tampak sumringah. Di tangannya, ia memegang toples kecil berisi bubuk kemerahan yang kini menjadi sumber kebanggaan keluarganya: Terasi Udang Berau merek “Novita”.

Tak terasa, satu dekade sudah perempuan yang akrab disapa Ani ini menggeluti bisnis pengemasan terasi. Berawal dari usaha rumahan warga Gunung Tabur, kini produknya melenggang mulus di pasar modern. Dengan menyematkan nama anak ketiganya, “Novita”, dan identitas daerah “Berau”, produk ini telah bertransformasi dari sekadar bumbu dapur menjadi komoditas bisnis yang menjanjikan.

“Bukan sambilan lagi, ini sudah menjadi mata pencaharian utama bagi kami sekeluarga, meskipun suami juga bekerja di perusahaan. Saya dan anak-anak mengelola ini dengan serius sejak sepuluh tahun lalu,” ungkap Ani.

Inovasi dari Pasar ke Sumber Utama
Perjalanan bisnis Ani tidak instan. Awalnya, ia hanya membeli terasi kiloan di Pasar Sanggam Adji Dilayas, lalu mengolahnya kembali. Namun, demi menjaga kualitas dan rasa yang otentik, Ani kini mengambil langkah berani. Ia membeli bahan baku langsung dari tangan pertama—para produsen terasi di Kampung Pegat Batumbuk, Kecamatan Pulau Derawan, yang memang tersohor dengan kualitas udangnya.

Di rumah produksinya, terasi tersebut tidak sekadar dibungkus ulang. Ani melakukan proses pengolahan hingga menjadi terasi bubuk yang praktis. Untuk proses produksi ini, ia mempekerjakan seorang pegawai. Sementara untuk tahap pengemasan (packing) ke dalam botol-botol higienis, ia kerjakan bersama anak-anak dan menantunya. Sebuah kolaborasi keluarga yang hangat.

“Alhamdulillah, kami menjalaninya dengan rasa syukur. Nikmat rezeki dari terasi ini sangat membantu perekonomian keluarga,” tuturnya dengan mata berbinar.

Tembus Jakarta hingga Papua
Strategi Ani mengemas terasi dalam botol (jar) terbukti jitu. Terasi yang identik dengan bau menyengat dan kemasan seadanya, disulap menjadi produk oleh-oleh yang elegan dan aman dibawa bepergian.

Pasarnya pun tak main-main. Di awal pemasaran, produk “Novita Berau” justru langsung terbang ke Ibu Kota. Berkat bantuan keponakannya yang berdomisili di Jakarta, ratusan botol terasi ini berhasil menembus pasar di sana.

Kini, permintaan terus mengalir. Tamu-tamu dari luar daerah yang berkunjung ke Berau kerap memborong hingga ratusan botol sebagai buah tangan. “Bahkan permintaan juga datang dari Papua,” tambah Ani.

Di pasar lokal Berau sendiri, dominasi Terasi Novita tak terbantahkan. Produk ini mudah ditemui di etalase berbagai swalayan (minimarket), lapak-lapak di Pasar Sanggam Adji Dilayas, hingga stan-stan bazar dan expo kampung.

Legalitas dan Dukungan Pemerintah
Kunci sukses lain dari Terasi Novita adalah kepercayaan konsumen. Ani sadar betul akan hal ini. Sejak awal, ia memastikan seluruh izin edar (P-IRT) dan sertifikasi Halal telah dikantongi. Kebersihan dan higienitas menjadi prioritas utama agar produknya bisa bersaing di kelas premium.

Konsistensi Ani pun mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Dinas Perikanan Kabupaten Berau memberikan pembinaan intensif agar produk olahan perikanan ini mampu meningkatkan produktivitas dan kualitasnya. Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, pada peringatan Hari Ikan Nasional kemarin, Ani menerima bantuan peralatan operasional dari Dinas Perikanan.

Sepuluh tahun berjalan, Terasi Novita Berau membuktikan bahwa ketekunan mengolah potensi lokal, jika dikemas dengan inovasi dan keseriusan, akan membuahkan hasil yang manis. Lebih dari sekadar penyedap rasa, terasi racikan Ani kini telah menjadi salah satu duta kuliner Bumi Batiwakkal.

(adv/kom25/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.