Kaltim Siapkan SPBU Khusus Nelayan untuk Pastikan Subsidi BBM Tepat Sasaran

oleh -361 views
Irhan Hukmaidy

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Kawasan pesisir di Kalimantan Timur segera mendapatkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus nelayan, sebagai langkah strategis Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi lebih tepat sasaran dan meningkatkan produktivitas sektor perikanan.

Pembangunan SPBU nelayan yang dirancang Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim ini ditujukan memperluas akses bahan bakar bagi nelayan di wilayah pesisir. Akses yang lebih dekat diharapkan menekan biaya operasional, membuat kegiatan melaut lebih efisien, dan memperkuat keberlanjutan usaha perikanan daerah.

Menurut Kepala DKP Kaltim, Irhan Hukmaidy, saat ini proyek masih berada pada tahap perencanaan dan kajian lokasi di sejumlah titik potensial. Ia menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga akan menangani pelaksanaan teknis, sementara DKP memfokuskan tugas pada penyediaan data lapangan dan pemetaan kebutuhan nelayan.

“DKP menyiapkan data lengkap agar distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran. Setiap kapal dihitung kapasitas dan kuotanya sesuai izin kapal dan tonase. Jadi kapal kecil tidak mendapat kuota berlebihan yang boros,” ujar Irhan.

Pendataan yang dilakukan mencakup jumlah nelayan aktif, jumlah kapal, kapasitas tonase, hingga estimasi kebutuhan BBM bulanan. Irhan menekankan bahwa seluruh calon penerima subsidi wajib tergabung dalam kelompok nelayan dan memiliki dokumen resmi seperti izin kapal serta berkas tonase.

“Pendataan ini butuh ketelitian tinggi karena menyangkut legalitas kapal dan perhitungan kuota BBM. Setiap liter harus jelas, agar subsidi efektif dan tepat sasaran,” kata Irhan.

Selain mendukung akurasi penyaluran subsidi, pembangunan SPBU nelayan juga diharapkan mempermudah akses nelayan yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan BBM. Kondisi geografis yang sulit dijangkau, terutama di daerah terpencil, menjadi salah satu alasan kuat program ini diprioritaskan.

Program ini sejalan dengan JosPol yang digagas Pemprov Kaltim, yang menekankan inovasi dan teknologi dalam peningkatan layanan publik serta sektor perikanan. Keberadaan SPBU nelayan diyakini mampu meningkatkan efisiensi kerja, memperbesar hasil tangkapan, dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat pesisir.

Irhan memastikan proses pemetaan dan verifikasi terus berjalan agar seluruh calon penerima memenuhi persyaratan teknis dan administratif sebelum pembangunan dimulai.

“Kami ingin setiap nelayan, terutama di wilayah terpencil, dapat mengakses BBM bersubsidi dengan mudah. Ini akan berdampak pada efisiensi kerja dan hasil tangkapan yang lebih optimal,” ucap Irhan.

Pemerintah berharap operasional SPBU nelayan nantinya dapat mendorong produktivitas sektor perikanan di pesisir Kaltim. Ketersediaan BBM yang lebih terjangkau dipandang mampu menurunkan biaya operasional kapal, mempercepat mobilitas nelayan, serta menggerakkan ekonomi lokal.

“Program ini juga menjadi salah satu langkah strategis mendukung ketahanan pangan, kesejahteraan nelayan dan pengembangan sektor kelautan dan perikanan kita,” pungkasnya.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.