Pemprov Kaltim Targetkan 2.500 Peserta Program Jospol pada 2026

oleh -250 views
Heni Purwaningsih

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan perluasan besar Program Jospol pada 2026 dengan menargetkan 2.500 peserta, lebih dari dua kali lipat dibanding pelaksanaan sebelumnya. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari percepatan pembentukan wirausaha baru di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.

Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menyampaikan bahwa mulai 2026 program tidak lagi terfokus pada tiga daerah, melainkan diperluas ke seluruh wilayah agar masyarakat—baik di kawasan pinggiran maupun perkotaan—memiliki kesempatan yang sama mengikuti pelatihan kewirausahaan.

“Pada 2026 kami menargetkan 2.500 peserta. Program ini tidak lagi terbatas pada Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara, tetapi dibuka bagi seluruh wilayah Kaltim,” ujar Heni, Kamis (27/11/2025).

Pendaftaran peserta dilakukan secara daring melalui tautan resmi yang diumumkan di situs web dan media sosial DPPKUKM. Seluruh proses seleksi disusun transparan untuk memastikan calon pelaku usaha pemula dapat mengakses informasi dan mendaftar tanpa kendala.

Peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti pelatihan dan pendampingan meliputi pengurusan NIB dan NPWP, sertifikasi halal untuk sektor kuliner, manajemen usaha, hingga praktik produksi. Bantuan peralatan usaha juga disalurkan setelah tahapan pelatihan dan pendampingan selesai.

“Rangkaian kegiatannya tetap sama: pelatihan terlebih dahulu, kemudian pendampingan, dan setelah itu penyaluran peralatan usaha. Dengan mekanisme tersebut, peserta diharapkan siap mandiri dalam menjalankan usaha,” jelas Heni.

Untuk memastikan program berjalan optimal, DPPKUKM memperkuat sistem pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Pendamping lapangan akan melakukan pengecekan rutin guna memastikan peserta benar-benar menjalankan usaha serta memanfaatkan fasilitas yang diberikan.

Program Jospol menjadi salah satu strategi utama Pemprov Kaltim dalam mencapai target pembentukan 10.000 UMKM baru dalam lima tahun. Dengan meningkatnya kuota pada 2026, pemerintah optimistis ekosistem UMKM di Kaltim akan berkembang lebih inklusif, menyentuh lebih banyak masyarakat, dan merata di seluruh wilayah.

“Kami ingin memberikan peluang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memulai usaha. Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk mempercepat upaya tersebut,” tutup Heni.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.