Disbun Kaltim Cetak 31 Fasilitator Baru Lewat Pelatihan TOT Tingkat Dasar

oleh -585 views

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Dinas Perkebunan Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) memperkuat kapasitas petugas dan petani melalui gelaran Training of Trainer (TOT) “Pelatihan Fasilitator Daerah Tingkat Dasar” yang berlangsung selama enam hari, 24–29 November 2025, di UPTD BPPSDMP Samarinda. Pelatihan ini melibatkan 31 peserta dari kabupaten dan kota se-Kaltim sebagai upaya mencetak fasilitator yang mampu mendorong penguatan kelembagaan perkebunan.

Kegiatan dibuka Pelaksana Tugas Kepala Disbun Kaltim, yang diwakili Plt Kepala Bidang Pengembangan Komoditi, Asmirilda. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi pijakan penting untuk mencetak pendamping yang akan bekerja langsung bersama petani, kelompok tani, maupun koperasi. “Kita sedang menyiapkan pemimpin-pemimpin baru dalam pendampingan petani. Mereka yang hadir di sini punya peran strategis bagi masa depan perkebunan,” ujar Asmirilda.

Selama pelatihan, peserta mendapat materi dari tiga narasumber PT LPP Agro Nusantara, Yogyakarta, yaitu Elvia Wisudaningrum, Oni Apriyanto, dan Dwi Aryani Suryaningrum. Ketiganya memberikan pembelajaran terkait penguatan karakter fasilitator, kelembagaan petani, serta strategi pengembangan usaha perkebunan berkelanjutan melalui sesi teori, praktik, studi kasus, hingga simulasi lapangan.

Dalam paparannya, Oni menekankan bahwa membangun kelembagaan tidak dapat dilakukan secara instan dan membutuhkan pendekatan yang konsisten. “Pemberdayaan itu bukan hanya memberi pengetahuan, tetapi menyalakan semangat kolektif agar kelompok-kelompok petani dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi yang kuat,” ujar Oni. Ia juga menilai antusiasme peserta sangat kuat sepanjang pelatihan.

Para narasumber turut menyoroti perlunya pemahaman rantai nilai usaha dari hulu hingga hilir, termasuk budidaya, sarana prasarana, pengolahan hasil, pemasaran, serta peluang kemitraan. Penguatan visi bersama antara petugas dan petani dinilai menjadi kunci keberhasilan lembaga seperti poktan, gapoktan, dan koperasi agar siap berkolaborasi dengan perusahaan pemerintah maupun swasta.

Peserta pelatihan juga merasakan manfaat kegiatan ini. Adung Kario Sedio Utomo menyebut pelatihan memberikan pengalaman baru dan memperkuat kebersamaan antarpeserta. “Kami berharap ada kelanjutan pelatihan seperti ini. Enam hari kebersamaan membawa cerita baru yang akan kami teruskan kepada masyarakat desa,” tutur Odi.

Pada penutupan kegiatan, Asmirilda yang didampingi Penyuluh Pertanian Ahli Muda Disbun Kaltim, Muhammad Fahrozi, menegaskan bahwa pelatihan bukan sekadar formalitas. Penerapan ilmu di lapangan disebut menjadi indikator utama keberhasilan. “Hal-hal terkait kegiatan pembelajaran harus benar-benar kita lihat penerapannya di lapangan. Ini penting agar proses pembelajaran kita benar-benar berdampak,” ungkapnya.

Pelatihan ini dirancang agar petugas memiliki kompetensi teknis dan manajerial yang lebih kuat, sementara bagi peserta dari kalangan petani, kegiatan ini menjadi pintu pembuka untuk memahami pentingnya pengembangan kelembagaan menuju korporasi dan kemitraan yang lebih profesional.

Dengan berakhirnya rangkaian TOT, Disbun Kaltim berharap 31 fasilitator baru tersebut mampu menjadi penggerak di daerah masing-masing, menghubungkan petani dengan inovasi, peluang usaha, serta jejaring kemitraan yang lebih luas demi peningkatan kesejahteraan melalui kelembagaan perkebunan yang berkelanjutan.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.