Penumpang AirAsia ke Berau Membludak, Bandara Kalimarau Minta Tambahan Jadwal Penerbangan

oleh -181 views
Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, Patah Atabri. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Tingginya animo masyarakat Berau terhadap maskapai AirAsia membuat pihak Bandara Kalimarau mendesak penambahan frekuensi penerbangan. Lonjakan penumpang dilaporkan mencapai load factor 80 hingga 90 persen hampir di setiap jadwal penerbangan, menjadikan rute ini sebagai salah satu yang paling prospektif untuk dikembangkan.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, mengungkapkan, Rabu (3/12/2025) bahwa pihaknya telah secara resmi meminta AirAsia untuk menambah jadwal penerbangan ke Berau.

“Kita targetkan minimal empat kali dalam seminggu, bahkan jika bisa adanya daily flight jika armada memungkinkan. Load factor AirAsia sangat bagus, tiap hari nyaris penuh. Makanya kami mendorong agar frekuensinya ditambah,” ujar Patah Atabri.

Stabilitas Harga Tiket

Kehadiran AirAsia diakui membawa dampak positif signifikan, terutama dalam menstabilkan harga tiket pesawat. Sebelum AirAsia beroperasi, harga tiket rute tersebut sempat melambung hingga mencapai Rp1,9 juta. Namun, saat ini harga rata-rata tiket telah turun drastis menjadi sekitar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu.

“AirAsia berhasil menstabilkan harga di lapangan. Yang awalnya masyarakat banyak yang mengeluhkan harga tiket. Sekarang jauh lebih terjangkau,” jelasnya.

Respons masyarakat yang “berebut kursi” saat jadwal penerbangan AirAsia diumumkan menjadi bukti kuat bahwa permintaan penambahan frekuensi adalah kebutuhan nyata di lapangan.

Pihak Bandara Kalimarau merasa Berau juga layak mendapatkan perlakuan yang sama dengan daerah lain, khususnya setelah melihat AirAsia menjadwalkan penerbangan ke Tarakan empat kali dalam seminggu mulai Desember ini.

“Kalau Tarakan bisa empat kali, Berau harusnya juga bisa. Penumpang kita cukup banyak. Kami siap mengirimkan surat resmi jika dibutuhkan,” kata Patah.

Melihat tingginya load factor, tekanan publik, dan stabilnya harga tiket yang terjangkau, pihak bandara optimis permintaan penambahan frekuensi ini akan dipenuhi. Patah Atabri menambahkan bahwa komunikasi dengan pihak maskapai telah dilakukan dan saat ini mereka tinggal menunggu keputusan resmi dari pihak AirAsia.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.