Angin Segar Ekonomi Pulau Besing: Warga Mulai Pelatihan Olah Ikan Nila!

oleh -486 views
IKAN Nila dioleh menjadi Kripik Ikan Nila Krispi Dimsum Ikan Nila Otak-Otak Ikan Nila Brownies Nila Sayur Kuah Nila. foto dok TP PKK Pulau Besing.

GUNUNG TABUR, DIMENSINEWS – Sebuah inisiatif baru yang menjanjikan peningkatan ekonomi resmi bergulir di Kampung Pulau Besing. Meskipun mayoritas 300 KK penduduknya berprofesi sebagai nelayan Udang Galah, perhatian kini terfokus pada aset budidaya yang tersebar di pekarangan rumah: Ikan Nila.

Langkah strategis ini diambil menyusul kendala sebelumnya saat mencoba mengolah potensi utama (udang galah) menjadi produk bernilai jual, yang hasilnya kurang optimal. Kini, ikan nila yang berasal dari sekitar 40 kolam milik warga di belakang rumah menjadi pilihan utama untuk diversifikasi.


Pelatihan Perdana Nila, Didukung Dana Kampung

Pelatihan diversifikasi pengolahan ikan nila ini, Selasa (2/12/2025) diselenggarakan berkat kolaborasi erat antara Tim Penggerak PKK Kampung Pulau Besing dan Fasilitator Kampung. Inisiatif pemberdayaan ini menunjukkan komitmen desa terhadap kesejahteraan warga, di mana pelaksanaannya juga menggunakan alokasi Dana Kampung (ADK).

Tiga pemateri ahli dari Dinas Perikanan Kabupaten Berau Ernawati, S. Pi, MP, Yuliati Suciwulandari, S. Pi, dan Djuraidah dihadirkan untuk membimbing warga, mengubah nila yang biasa dikonsumsi menjadi aneka produk kuliner modern dan kreatif:

• Kripik Ikan Nila Krispi
• Dimsum Ikan Nila
• Otak-Otak Ikan Nila
• Brownies Nila
• Sayur Kuah Nila

Ketua PKK, Yanti Supandi, menyatakan antusiasme warga sangat tinggi. “Alhamdulillah, ibu-ibu di sini senang mengikuti pelatihan. Ada beberapa pilihan yang mana mau dikembangkan dan ditekuni. Tujuan kami adalah memberikan alternatif pangan kreatif, yang bahan bakunya (nila) sudah tersedia dari kolam budidaya warga, dan sekaligus membuka jalan untuk tambahan penghasilan,” paparnya.

KEPALA Kampung Supandi Parindana bersama peserta pelatihan olah ikan nila. foto dok TP PKK

Kepala Kampung Pulau Besing, Supandi Parindana, menambahkan bahwa budidaya nila, patin, dan lele di kolam belakang rumah adalah aset potensial. “Dari sekian budidaya ini, nila menjadi pilihan utama untuk dibuat diversifikasi. Inilah bahan yang akan menjadi penggerak ekonomi baru kampung kami,” tutupnya.

Dukungan Dinas Perikanan: Peningkatan Gizi dan Ekonomi

Pelatihan di Pulau Besing ini sejalan dengan program yang dicanangkan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Berau.

Dewi Rosita, Kabid Penguatan dan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Perikanan Berau, menegaskan pentingnya program semacam ini. “Masyarakat sudah memahami pentingnya protein ikan dalam peningkatan gizi keluarga. Kami menerima banyak permohonan pelatihan olahan ikan dari kampung-kampung, yang tentunya disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program ini juga memiliki tujuan ganda. Selain meningkatkan gizi, olahan ikan ini juga bisa menjadi peluang usaha yang signifikan dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga.

Dengan sinergi antara semangat warga, dukungan dana desa, dan asistensi teknis dari Dinas Perikanan, Pulau Besing siap mentransformasi dirinya menjadi pusat kuliner inovatif, membuktikan bahwa adaptasi dan inovasi adalah kunci kemandirian ekonomi kampung.

(adv/kom25/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.