Desa Wisata Kaltim Terus Didorong Berkembang, Dispar Fokus Penguatan tanpa Bergantung Anggaran

oleh -118 views
Restiawan Baihaqi

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur menegaskan komitmennya mendorong pengembangan desa wisata sebagai salah satu strategi utama peningkatan sektor pariwisata daerah. Sekretaris Dispar Kaltim, Restiawan Baihaqi, menyebut upaya pemberdayaan masyarakat di desa wisata tetap berjalan meski tanpa dukungan anggaran tambahan pada tahun mendatang.

Ia menjelaskan, Kaltim saat ini memiliki sekitar 90 hingga lebih dari 100 desa wisata dengan tingkat perkembangan yang beragam. Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi wilayah dengan jumlah desa wisata terbanyak.

“Dari seluruh desa tersebut, sejumlah destinasi telah menunjukkan prestasi, termasuk salah satu desa di Balikpapan yang masuk 30 besar kategori dalam ajang nasional yang diikuti hingga 6.000 desa wisata,” ujar nya di Samarinda, Minggu (7/12/2025).

Restiawan mengatakan, pihaknya berencana kembali mengajukan desa wisata Kaltim dalam kompetisi tahun depan. Namun sebelum itu, Dispar akan memperkuat kesiapan desa-desa tersebut, baik dari sisi pengelolaan maupun pelayanan wisata.

Menurutnya, desa wisata yang berhasil berkembang akan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat, mulai dari peningkatan kunjungan, pemanfaatan homestay, hingga pergerakan usaha kuliner dan kerajinan lokal.

Terkait kebutuhan infrastruktur, ia menegaskan hal tersebut berada di luar kewenangan Dispar. Namun pihaknya terus berkoordinasi dengan OPD terkait agar akses jalan dan fasilitas pendukung lain dapat diperbaiki.

Ia mengakui setiap rapat koordinasi selalu menyertakan usulan perbaikan infrastruktur demi menunjang daya saing desa wisata. Meski anggaran tahun 2026 belum tersedia dan perubahan anggaran tidak diakomodasi, Restiawan menegaskan program desa wisata tidak boleh berhenti.

Dispar tetap melakukan pembinaan melalui edukasi dan pendampingan masyarakat, seperti penataan homestay, kebersihan fasilitas, hingga standar pelayanan wisata. Menurutnya, desa wisata tidak hanya tumbuh karena dukungan dana, tetapi juga karena inisiatif kuat dari komunitas lokal.

“Kami hanya mendorong. Kalau ada anggaran, bagus. Kalau tidak ada, gerakan masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.

Ia optimistis desa wisata Kaltim dapat terus berkembang dengan kolaborasi semua pihak dan kesiapan masyarakat yang semakin meningkat.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.