Bukan Sekadar Kebaya dan Kado: Hari Ibu dengan Seruan Kesetaraan dan Pemberdayaan Penuh

oleh -130 views
BUPATI Berau potong puncak Rasul pada Peringatan Hari Ibu ke 97 di gedung rapat bersama Bapelitbang. foto toni

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Peringatan Hari Ibu ke-97 di Kabupaten Berau tahun ini menandaskan pesan kuat: momentum ini jauh melampaui seremoni dan pernak-pernik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB3A), menjadikan peringatan ini sebagai ajang serius untuk mendorong kesetaraan gender dan mengokohkan peran strategis kaum perempuan.

Mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”, puncak peringatan digelar di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang, Tanjung Redeb, pada Rabu (24/12/2025).


Mengenang Sejarah, Merayakan Kesetaraan

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dalam sambutannya menegaskan bahwa Hari Ibu di Indonesia bukanlah sekadar waktu untuk berkebaya atau bertukar kado, melainkan ajang untuk menjadikan perempuan Indonesia berdaya dan setara kedudukannya dalam semua sektor dan lini kehidupan.

“Jika melihat sejarah, perjuangan para perempuan bukanlah hal yang mudah. Perempuan-perempuan Indonesia dengan gigih berani, bersuara untuk memperjuangkan hak-hak kaumnya, hingga pada akhirnya terwujud kesetaraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Bupati Sri Juniarsih.

Ia menyoroti kemajuan yang telah dirasakan kaum perempuan di Berau. Saat ini, kesetaraan gender telah tercipta di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, politik, perdagangan, bahkan pertahanan dan keamanan.

“Ini menunjukkan, bahwasanya kehadiran perempuan sangat diperhitungkan dan dinilai mampu mengambil peran,” jelasnya.


Fokus pada PUG dan Kualitas Generasi

Bupati Berau juga menegaskan komitmen Pemkab untuk terus mengawal program Pengarusutamaan Gender (PUG). Program pemberdayaan perempuan melalui kelompok pengrajin serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus didorong sebagai upaya nyata peningkatan kesejahteraan keluarga.

Selain urusan ekonomi, peran ibu sebagai ‘madrasah pertama’ juga menjadi perhatian. “Kami terus meningkatkan kapasitas kaum perempuan dan kaum ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya, yang diharapkan dapat melahirkan generasi cerdas dan berkualitas, membangun daerah ini semakin baik,” tambahnya.

Meski kemajuan telah diraih, Bupati mengingatkan bahwa perjuangan masih panjang. Ia secara khusus menyoroti masalah kesehatan, khususnya stunting dan gizi buruk, yang memerlukan keseriusan bersama untuk mencegah dan mengatasinya.

Sementara itu, Kepala DPPKB3A Kabupaten Berau, Rabiatul Islamiah, menjelaskan bahwa puncak peringatan ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap peran strategis perempuan dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan.

“Peringatan Hari Ibu juga menjadi sarana refleksi dan penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan kesetaraan gender serta peningkatan kualitas hidup perempuan,” pungkas Rabiatul, berharap kegiatan ini menginspirasi penguatan peran perempuan dalam pembangunan Kabupaten Berau yang berkelanjutan.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.