Evaluasi Anggaran 2025: Serapan Rp 5,4 Triliun, Bupati Tekankan Realisasi Cepat Program Prioritas 2026

oleh -104 views
BUPATI Berau Sri Juniarsih Mas dalam Dalam apel gabungan mengawali tahun 2026 yang digelar Senin (05/01/2026) pagi di halaman Kantor Bupati. foto Kominfo Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten Berau mencatat realisasi serapan anggaran 2025 mencapai 97%, atau sekitar Rp 5,4 triliun dari total pagu APBD kurang lebih Rp 6 triliun. Meskipun serapan tergolong tinggi, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengingatkan jajarannya untuk segera mengevaluasi pelaksanaan APBD 2025 sebagai persiapan menghadapi tantangan besar APBD tahun 2026.

APBD 2026: Anggaran OPD Dipotong Hingga 50%
Dalam apel gabungan mengawali tahun 2026 yang digelar Senin (05/01/2026) pagi kemarin di halaman Kantor Bupati, Sri Juniarsih menekankan bahwa kondisi anggaran tahun 2026 sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Hal ini menjadi perhatian kita semua, dalam minggu ini saya akan segera melakukan Rakor dengan seluruh kepala OPD, untuk membahas evaluasi pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025, dan langkah-langkah strategis pelaksanaan APBD tahun anggaran 2026 mendatang,” terang Bupati.

Bupati secara lugas mengungkapkan bahwa alokasi anggaran masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke depan akan mengalami pemotongan yang signifikan, bekisar 50%. Kondisi ini berbanding terbalik dengan tahun 2025, di mana OPD harus ‘setengah mati’ menghabiskan anggaran.

Kesehatan dan Pendidikan Jadi Prioritas Utama
Menghadapi pemangkasan anggaran yang luar biasa ini, Bupati mendesak seluruh Kepala OPD untuk duduk bersama dan merumuskan langkah strategis. Beliau meminta agar program-program yang tersisa segera direalisasikan dan tidak ada lagi anggaran yang tidak terserap.

Sri Juniarsih memberikan contoh spesifik mengenai prioritas pengeluaran. Ia menegaskan agar OPD fokus pada kebutuhan mendesak dan mengesampingkan proyek yang masih bisa ditunda.

“Perhatikan hal-hal yang prioritas dalam program-program yang ada, misalnya ketika sekolah-sekolah butuh pagar, mungkin pagar kita laksanakan di lain waktu karena sekolah itu tetap bisa melaksanakan proses belajar mengajar tanpa pagar,” ujarnya.

Menurutnya, kesehatan dan pendidikan merupakan dua sektor yang sangat penting dan wajib dijadikan prioritas utama dalam alokasi anggaran 2026.

Terkait sektor lain, termasuk pariwisata, Bupati berpesan agar seluruh kepala OPD menerjemahkan surat edaran efisiensi anggaran dengan semaksimal mungkin.

Apel gabungan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati H. Gamalis, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Dinas, Kepala Bidang, dan Kepala Seksi di lingkungan Pemkab Berau.

(wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.