Kurangi Beban TPA, Pemkab Berau Tambah Dua Unit Insinerator di Labanan dan Merancang

oleh -289 views
Insinerator

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terus memperkuat strategi pengelolaan sampah di wilayah perkotaan dan perkampungan. Sebagai langkah nyata, DLHK menambah dua unit mesin insinerator (alat pembakar sampah) untuk mengoptimalkan pemusnahan limbah rumah tangga.

Kepala DLHK Kabupaten Berau, Mustakim Suharjana, mengungkapkan bahwa pengadaan teknologi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mengurangi tumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Dua unit insinerator baru tersebut kini telah ditempatkan di dua titik strategis, yakni Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, dan Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur.

“Selain yang sudah ada di Kampung Tanjung Batu, saat ini kami melakukan penambahan dua unit insinerator lagi untuk membantu pengelolaan sampah di sekitar wilayah perkotaan,” kata Mustakim dalam keterangannya baru-baru ini.

Sistem Pemilahan dan Pemusnahan

Penggunaan insinerator ini dirancang untuk bekerja secara efisien melalui sistem pemilahan di hulu. Mustakim menjelaskan, sebelum masuk ke tahap pembakaran, sampah akan dipilah terlebih dahulu. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomis atau bisa didaur ulang akan dikumpulkan untuk dijual, sementara sampah sisa (residu) yang tidak bernilai akan dimusnahkan hingga menjadi abu.

“Jadi prinsipnya dipilah dulu. Sampah yang bernilai uang dijual, sedangkan yang tidak bisa dimanfaatkan lagi akan masuk ke insinerator untuk dimusnahkan. Dengan begitu, yang dikirim ke TPA benar-benar hanya sisa residu saja,” jelasnya.

Target Perluasan ke TPS Kota

Melihat efektivitas teknologi ini, DLHK berencana memperluas pemasangan alat serupa di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang berada di area perkotaan. Langkah ini diharapkan mampu memangkas volume sampah secara signifikan sebelum sampai ke hilir.

Namun, Mustakim menekankan bahwa kecanggihan teknologi ini tidak akan maksimal tanpa peran serta masyarakat. Ia mengimbau warga Berau untuk mulai menumbuhkan kesadaran dalam memilah sampah langsung dari rumah.

“Kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sangat krusial. Sebagai kota pariwisata, Berau membutuhkan perhatian serius dalam pengolahan sampah. Jika teknologi ini didukung oleh budaya memilah dari rumah, kami yakin masalah sampah di Berau bisa teratasi dengan baik,” pungkasnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.