Bidik Pasar Ekspor dan Bekal Haji, Berau Kembangkan Produk Ikan Kaleng Unggulan

oleh -1,328 views
PENGALENGAN Ikan di SMKN 3 Tanjung Batu. foto dok Diskan Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Kekayaan laut Bumi Batiwakkal kini tidak hanya dipasarkan dalam kondisi segar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perikanan tengah serius menggarap inovasi produk pengalengan ikan sebagai komoditas unggulan yang ditargetkan mampu menembus pasar ekspor hingga menjadi bekal bagi jemaah haji.

Langkah strategis ini diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor, mulai dari akademisi hingga dunia pendidikan vokasi di SMKN 3 Tanjung Batu.
Menanti Restu Uji Mutu UGM.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, mengungkapkan bahwa saat ini produk tersebut tengah memasuki fase krusial, yakni uji laboratorium di Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Kami sedang menunggu hasil uji mutu dari UGM. Setelah hasilnya keluar, segera kami koneksikan ke BPOM untuk memastikan standar keamanannya benar-benar terpenuhi sebelum dilempar ke pasar luas,” ujar Majid kepada awak media baru-baru ini.

Keamanan pangan dan legalitas menjadi prioritas utama. Sesuai arahan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, sebuah produk unggulan tidak hanya harus unggul dari segi rasa, tetapi juga wajib memiliki izin lengkap dan kemasan yang memikat.

“Ibu Bupati sangat menekankan packaging. Selain isinya berkualitas, kemasannya harus menarik agar memiliki nilai jual tinggi sebagai oleh-oleh khas Berau,” tambahnya.


Gandeng SMKN 3 Tanjung Batu dan Pemberdayaan Masyarakat

Uniknya, proyek ini juga menjadi ruang belajar bagi putra-putri daerah. Pemkab menggandeng SMKN 3 Tanjung Batu untuk terlibat langsung dalam proses pengembangan. Keterlibatan sektor pendidikan ini diharapkan mampu mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang terampil di industri pengolahan hasil laut.

Tak hanya siswa, kelompok ibu-ibu di wilayah pesisir juga akan dilibatkan dalam sentra pengolahan ini. Bahan baku utama dipasok langsung dari hasil tangkapan nelayan di kawasan Talisayan, Biduk-Biduk, dan sekitarnya.

Meski saat ini produksi masih dimulai dalam skala kecil menyesuaikan ketersediaan hasil tangkapan musiman, Majid optimistis produk ini memiliki masa depan cerah. Selain menjadi buah tangan bagi wisatawan, produk ikan kaleng ini disiapkan untuk kebutuhan jemaah haji asal Berau yang membutuhkan konsumsi praktis dan bergizi.

“Jika dikelola dengan serius, daya saing perikanan kita sangat besar. Kami ingin produk ini tidak hanya beredar di Berau, tapi bisa dibawa ke luar daerah bahkan mancanegara,” pungkasnya optimistis.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.