, , , , ,

Imlek 2026 di Big Mall Samarinda Jadi Ruang Edukasi Kebhinekaan Sejak Usia Dini

oleh -33 views
Perayaan Imlek tahun 2026 atau tahun Kuda Api oleh Yayasan Dharma Bhakti di Atrium Big Mall Samarinda, Rabu (4/2/2026).

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Perayaan Imlek 2026 atau Tahun Kuda Api di Atrium Big Mall Samarinda, Rabu (4/1/2026), tidak sekadar menjadi perayaan budaya, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan kebhinekaan dan toleransi bagi generasi muda di Kalimantan Timur.

Kegiatan yang digelar Yayasan Dharma Bhakti tersebut melibatkan ratusan siswa Sekolah Nasional Tiga Bahasa dari jenjang TK hingga SMP dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang beragam. Melalui panggung seni dan perayaan terbuka di ruang publik, Imlek diperkenalkan sebagai budaya yang inklusif dan milik bersama.

Nuansa Imlek tampak kuat melalui dominasi ornamen merah, lampion, serta busana para peserta yang serasi dengan tema perayaan. Atraksi barongsai dari Yayasan Dharma Bhakti menjadi pembuka rangkaian acara, disusul pentas seni siswa yang menampilkan kreativitas sekaligus keberagaman identitas.

Ketua panitia kegiatan, Rita Sarofah, menegaskan perayaan Imlek tahun ini dirancang sebagai media pembelajaran nilai toleransi dan harmoni dalam keberagaman, sejalan dengan tema harmony in diversity.

“Imlek tahun ini sangat istimewa, dengan tema harmony in diversity. Karena sekolah ini ada 236 siswa yang berbeda latar belakang. Imlek bukan milik satu golongan tapi milik bersama untuk toleransi. Seperti orkestra itulah harmoni yang ingin kita tunjukan hari ini. Pentas seni untuk mereka berekspresi dan keberagaman yang mereka miliki,” ungkap Rita Sarofah.

Ketua Yayasan Dharma Bhakti, Darmadi Suryawan, menambahkan bahwa Imlek merupakan tradisi budaya yang bersifat universal dan dapat menjadi jembatan kebersamaan di tengah masyarakat majemuk.

“Imlek suatu tradisi budaya milik kita bersama apapun agamanya, sukunya, menjadi inklusif. Mari kita merayakannya bersama dengan meriah.Kita sama-sama bahagia merasakan imlek,” katanya.

Menurut Darmadi, pengakuan Imlek sebagai bagian dari budaya nasional menunjukkan komitmen negara dalam merawat kebhinekaan, yang selaras dengan nilai-nilai pendidikan karakter di sekolah.

“Pemerintah pada 27 Januari lalu telah memiliki logo Imlek 2026 dengan tema harmoni Imlek Nusantara 2026.Pemerintah ingin agar Kebinekaan ini menjadi kekuatan Indonesia untuk maju dan berkembang. Untuk bersama-sama membangun negeri Indonesia yang kita cintai ini,” tutur Darmadi.

Selain aspek budaya, perayaan ini juga dimanfaatkan sebagai momentum penguatan pendidikan multibahasa. Sekolah Nasional Tiga Bahasa Dharma Bhakti menekankan pentingnya penguasaan Bahasa Indonesia, Mandarin, dan Inggris sebagai bekal generasi muda menghadapi tantangan global.

“Jangan dilihat bangunannya, tapi kualitasnya. Investor banyak dari Tiongkok, memacu anak- anak kita untuk belajar Bahasa Mandarin. Tidak menutup kemungkinan nantinya banyak beasiswa untuk belajar ke Tiongkok. Sekolah kita memiliki kelebihan yang tidak dimiliki sekolah yang lain,” sambungnya.

Darmadi turut mengapresiasi dukungan pengelola Big Mall Samarinda serta keterlibatan orang tua dan siswa yang aktif mendukung kegiatan edukatif berbasis budaya tersebut.

“Kami apresiasi kepada owner Big Mall atas dukungannya. Segenap anak-anak kami dan dukungan semua orang tua yang tidak lelah,” imbuhnya.

Rangkaian perayaan ditutup dengan pembagian angpao kepada seluruh siswa, sebagai simbol kebahagiaan dan harapan baik, sekaligus penegasan bahwa nilai toleransi dan kebhinekaan dapat ditanamkan sejak usia dini melalui pendidikan dan budaya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.