Menaker: Lulusan BLK Jangan Cuma Dilatih, Tapi Harus ‘Diantar’ Sampai Dapat Kerja

oleh -7 views
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli bersama peserta pelatihan di BLK Balai Latihan Kerja Lahat. foto dok humas Kemnaker

LAHAT, DIMENSINEWS — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa peran Balai Latihan Kerja (BLK) tidak boleh berhenti pada pemberian pelatihan dan sertifikat semata. Ia meminta seluruh BLK untuk mengawal peserta hingga mendapatkan akses nyata ke dunia kerja melalui jejaring yang kuat dengan dunia usaha.

Menurut Yassierli, ekspektasi publik saat ini sangat lugas: pelatihan harus berujung pada peluang kerja.
Empat Pilar Fungsi Utama BLK

Dalam pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di BLK Lahat, Senin (9/2/2026), Menaker menekankan agar setiap BLK bertransformasi mengikuti standar Kemnaker dengan menjalankan empat fungsi utama:

Pusat Pelatihan Vokasi: Mengasah keterampilan teknis.

Pusat Inovasi: Wadah kreativitas dan solusi baru.

Pusat Kewirausahaan: Mencetak mandiri secara ekonomi.

Pusat Pengembangan Produktivitas: Meningkatkan efisiensi kerja.

“Kalau kita sudah memposisikan BLK pada empat fungsi tersebut, artinya kita sudah melangkah di jalur yang tepat,” ujar Menaker Yassierli.


Target Penempatan dan Kolaborasi Daerah

Yassierli memaparkan bukti keberhasilan di tingkat pusat, di mana tingkat penempatan lulusan BLK Kemnaker telah mencapai 70 persen. Keberhasilan ini didorong oleh sinkronisasi antara kurikulum pelatihan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

Ia pun mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) untuk mereplikasi model ini dengan:

Mengoptimalkan Fungsi Pengantar Kerja: Petugas harus aktif menjembatani lulusan dengan lowongan yang tersedia.

Membangun Networking: Menjalin kerja sama erat dengan sektor industri lokal.

Pengawalan Pasca-Pelatihan: Memastikan lulusan tidak “berjalan sendiri” setelah mengantongi sertifikat.

Optimalisasi Hibah APBN di Lahat

Terkait kegiatan di Kabupaten Lahat, Menaker menjelaskan bahwa pelatihan kali ini didanai melalui hibah APBN sebanyak tujuh paket. Ia berharap dana ini menjadi stimulus untuk memperkuat kapasitas SDM lokal.

“Kita ingin SDM di Kabupaten Lahat muncul sebagai calon-calon terbaik bangsa. Pelatihan ini akan terus berlanjut ke tahap-tahap berikutnya (batch 2, 3, dan 4),” pungkasnya.

(Humas Kemnaker/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.