Catatan Musrenbang Berau 2026: Menenun Kemandirian di Tengah Efisiensi Anggaran

oleh -59 views
Bupati Berau Sri Juniasih Mas

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS- Rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Kabupaten Berau tahun 2026 bukan sekadar agenda rutin. Tahun ini menjadi momen krusial bagi Bumi Batiwakkal untuk melakukan transisi strategi pembangunan—dari ketergantungan anggaran menuju kemandirian kreatif.

Berikut adalah poin-poin utama dan dinamika yang mewarnai pelaksanaan Musrenbang di berbagai wilayah Berau:
1. Tantangan Fiskal: Ujian Kreativitas Kepala Kampung

Isu paling mencolok tahun ini adalah penurunan drastis Alokasi Dana Kampung (ADK), dari Rp320 miliar pada 2025 menjadi Rp145 miliar pada 2026. Pemangkasan dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) memaksa pemerintah daerah dan kampung untuk memutar otak.

Pesan Utama Bupati: “Inovasi bukan lagi pilihan, tapi keharusan.”

Solusi: Fokus dialihkan pada penguatan BUMK (Badan Usaha Milik Kampung) dan penggalian potensi Pendapatan Asli Kampung (PAK).

2. Tanjung Redeb sebagai “Wajah” dan Episentrum Kabupaten

Sebagai penutup rangkaian Musrenbang, Tanjung Redeb menegaskan posisinya sebagai pusat gravitasi pemerintahan dan ekonomi. Dengan total 549 usulan dari enam kelurahan, fokus di ibu kota adalah penyempurnaan estetika dan fungsi kota.

Prioritas: Infrastruktur dasar (jalan, drainase, PJU) dan fasilitas publik seperti rehabilitasi Kantor Camat serta sarana pendidikan (SD/SMP).

Visi Bupati: Tanjung Redeb diarahkan menjadi pusat Ekonomi Kreatif, Jasa, dan UMKM. Karena tidak memiliki kekayaan alam seperti wilayah pesisir, daya saingnya terletak pada digitalisasi layanan dan tata kelola yang harus menjadi percontohan bagi kecamatan lain.

3. Maratua & Derawan: Dari Infrastruktur ke Pariwisata Berkelas

Di wilayah kepulauan, pembangunan fisik jalan hampir mencapai 100%. Fokus kini bergeser pada aspek “halus” namun berdampak global:

Kebersihan: Peluncuran TPS3R “Rupiah” sebagai garda depan menjaga citra wisata internasional.

Kualitas SDM: Pelatihan Bahasa Inggris bagi pelaku wisata dan pengembangan pusat UMKM.

Konektivitas: Usulan perbaikan jalan poros menuju Tanah Kuning (Kaltara) untuk menangkap peluang ekonomi dari proyek strategis nasional tetangga.

4. Kolaborasi sebagai “Mata Uang” Baru

Keterbatasan dana pemerintah menjadikan kolaborasi sebagai kata kunci utama:

Peran Swasta: Dana CSR perusahaan kini diwajibkan selaras dengan “Peta Jalan” pembangunan daerah.

Sinergi Keagamaan: Hibah rumah ibadah tetap diberikan untuk menjaga harmoni sosial sebagai fondasi pembangunan.

5. Isu Strategis Dasar: Air Bersih, Listrik, dan Stunting

Meski fokus pada kemandirian, kebutuhan dasar tetap mendominasi usulan rakyat:

Air Bersih: Menjadi prioritas nomor satu bagi warga kepulauan.

Stunting: Penataan lingkungan sehat dan pelayanan air bersih dikaitkan langsung sebagai strategi menurunkan angka stunting di tingkat kelurahan dan kampung.

Hal Menarik & Unik Selama Pelaksanaan:

Nama “Rupiah” untuk Sampah: Branding cerdas di Derawan untuk mengubah persepsi masyarakat bahwa sampah adalah aset ekonomi.

Gunung Panjang Paling Proaktif: Menjadi kelurahan dengan usulan terbanyak di Tanjung Redeb (168 usulan), menunjukkan dinamika aspirasi warga kota yang tinggi.

Diplomasi “Rumah Dinas”: Usulan renovasi Rumah Dinas Camat yang banjir sejak 1990-an menunjukkan sisi humanis tantangan pelayanan publik.

Infrastruktur yang “Berbicara”: Jalanan Maratua yang kini mulus teraspal memberi ruang bagi pemerintah untuk mulai memikirkan detail seperti toilet standar internasional.

Kesimpulan

Musrenbang Berau 2026 menunjukkan kedewasaan dalam berencana. Pemerintah tidak lagi menjanjikan semua usulan akan dikabulkan, melainkan secara transparan menjelaskan kondisi keuangan daerah.

Tanjung Redeb, sebagai penutup rangkaian, mengunci komitmen bahwa meskipun anggaran efisien, semangat pembangunan tidak boleh padam. Kelurahan ditantang untuk memiliki prestasi setingkat nasional, sejajar dengan keberhasilan program “100 Kampung Berprestasi” yang telah diakui sebelumnya.

(Helda Mildiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.