Gideon Andris: Akses Digital di Objek Wisata Adalah Kebutuhan Vital

oleh -39 views
Gideon Andris Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Berau. foto Toni Arman

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Keindahan bawah laut Pulau Maratua memang tak diragukan, namun tantangan “blank spot” masih menjadi ganjalan bagi wisatawan. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Berau, Gideon Andris, mendesak pemerintah daerah untuk lebih serius memeratakan akses digital, terutama di titik-titik strategis pariwisata.

Menurut Gideon, ketersediaan internet saat ini bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan infrastruktur utama untuk mendukung transaksi digital dan kelancaran komunikasi para pelancong.

Menyamakan Persepsi: Kampung vs Titik Wisata

Gideon menyoroti adanya perbedaan sudut pandang antara pemerintah dan masyarakat mengenai definisi wilayah bebas sinyal.

“Terkadang persepsi pemerintah dan masyarakat itu berbeda. Pemerintah merasa sudah tidak ada blank spot karena di area perkampungan sinyal sudah masuk. Namun, kenyataannya di titik-titik wisata tertentu, sinyal masih hilang total,” jelas Gideon.

Ia menekankan bahwa pengentasan blank spot seharusnya tidak hanya berfokus pada pusat pemukiman (kampung), tetapi juga menjangkau lokasi-lokasi yang menjadi daya tarik utama wisatawan.

Apresiasi Starlink, Tapi Tower BTS Tetap Dinanti
Meski kehadiran teknologi satelit seperti Starlink di beberapa titik sudah mulai membantu, Gideon menilai hal tersebut belum cukup efektif untuk mencakup skala wilayah yang luas.
• Peningkatan Unit: Dibutuhkan penambahan perangkat di titik-titik baru.
• Daya Jangkau: Masyarakat tetap mengharapkan solusi konvensional yang lebih stabil.
• Infrastruktur Permanen: Pembangunan menara BTS (Base Transceiver Station) dinilai sebagai solusi jangka panjang yang paling diinginkan warga.

Kenyamanan Wisatawan
Gideon berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau segera mengevaluasi dan meningkatkan kualitas jaringan di destinasi unggulan. Jika akses internet lancar, kenyamanan wisatawan akan meningkat, yang secara otomatis akan berdampak positif pada ekonomi lokal melalui promosi media sosial secara real-time.
“Harapan masyarakat adalah jaringan konvensional seperti tower BTS yang jangkauannya luas, sehingga mobilitas wisatawan dan aktivitas ekonomi digital warga tidak terganggu,” pungkasnya.

(adv/dprd26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.