Anggaran Efisiensi, DPRD Berau Minta Pemerintah Perkuat Inovasi Program

oleh -83 views
Rahman

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Menghadapi tantangan efisiensi anggaran, jajaran legislatif Kabupaten Berau meminta Pemerintah Daerah untuk tidak sekadar memangkas program, melainkan melahirkan inovasi baru. Kreativitas dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dinilai menjadi kunci agar pelayanan publik dan pembangunan tetap menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman, menekankan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah penghalang bagi birokrasi untuk tetap berkinerja maksimal. Menurutnya, banyak daerah dengan kapasitas fiskal kecil dan minim sumber daya alam (SDA) justru mampu bertransformasi karena kecakapan dalam berinovasi.

“Kita harus lebih inovatif dan memikirkan solusi bersama. Banyak daerah tanpa SDA atau pertanian yang luas, tapi bisa memaksimalkan anggaran yang ada. Kuncinya adalah efisiensi yang menghasilkan manfaat nyata,” ujar Rahman, baru-baru ini.

Rahman memberikan contoh konkret mengenai kebijakan publik yang efektif namun hemat biaya, seperti penataan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang sempat viral di Jakarta. Dengan sentuhan estetika, fasilitas publik tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat keamanan, tetapi juga menjadi magnet wisata swafoto bagi masyarakat.

“Itu adalah contoh bagaimana anggaran yang terbatas bisa mengubah perilaku masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah. Inovasi seperti inilah yang kita perlukan di Berau,” tambahnya.

Ia meyakini bahwa semangat inovasi ini harus dimulai sejak tingkat paling bawah, yakni lurah dan kepala kampung. Para pemimpin di tingkat desa dianggap paling memahami strategi untuk merangkul masyarakat dan mengelola potensi wilayahnya di tengah keterbatasan dana.


Urgensi Perubahan Pola Pikir

Lebih jauh, politisi ini mendorong adanya perubahan pola pikir (mindset) di lingkungan pemerintahan. Ketergantungan pada nilai APBD yang besar seperti tahun-tahun sebelumnya harus mulai ditinggalkan agar daerah lebih siap menghadapi dinamika pembangunan yang fluktuatif.

“Kita harus sadar bahwa dana kita tidak selalu besar. Efisiensi ini adalah momentum untuk merubah pola pikir. Jangan sampai pembangunan melambat hanya karena anggaran berkurang,” tegas Rahman.

DPRD Berau berharap, situasi efisiensi saat ini justru menjadi pemantik semangat bagi seluruh jajaran pemerintah untuk tetap konsisten menyejahterakan masyarakat. Inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan pembangunan Kabupaten Berau tetap berjalan di jalur yang tepat.

(adv/dprdd26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.