Bupati Sri Juniarsih: PKK dan Posyandu Harus Jadi Solusi Nyata Tekan Stunting di Berau!

oleh -28 views
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Wabup Gamalis bersama ketua TP PKK Berau Sri Aslinda besert 10 Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pelantikan 10 Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan pada Rabu (8/4/2026) menjadi momentum krusial bagi Pemerintah Kabupaten Berau. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang hadir langsung dalam acara tersebut memberikan suntikan semangat sekaligus peringatan keras terkait tantangan kesehatan di daerah.

Pergantian kepemimpinan ini merupakan penyesuaian otomatis pasca-rotasi jabatan camat di lingkungan Pemkab Berau. Namun, bagi Bupati, ini bukan sekadar pergantian wajah, melainkan babak baru pengabdian.

Dalam sambutannya, Bupati Sri Juniarsih menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menyurutkan langkah para penggerak di lapangan. Ia mendorong para ketua terpilih untuk lebih kreatif dalam mengelola program kerja.

“Saya berharap para Ketua TP PKK dan Pembina Posyandu dapat menjalankan tugas dengan integritas tinggi dan penuh rasa tanggung jawab. Di tengah efisiensi anggaran saat ini, inovasi adalah kunci agar program tetap berjalan dan menyentuh masyarakat,” ujar Sri.

Bupati juga memahami bahwa para pengurus memiliki latar belakang pekerjaan yang beragam. Namun, ia menegaskan bahwa peran ganda—baik sebagai wanita karier maupun ibu rumah tangga—justru harus menjadi kekuatan untuk merangkul keluarga-keluarga di Berau.
Alarm Stunting: 60% Balita Masih “Absen” di Posyandu

Poin utama yang menjadi sorotan tajam Bupati adalah angka stunting yang masih menghantui Kabupaten Berau. Mengacu pada laporan Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Keluarga (SIGKK) tahun 2025, Berau berada di peringkat ketiga tertinggi di Kalimantan Timur.

Bupati memaparkan data yang cukup mencengangkan, total balita di Berau: 23.105 anak, partisipasi penimbangan: Baru mencapai 40,6%.

Artinya, masih ada sekitar 60% balita yang belum rutin terpantau tumbuh kembangnya di Posyandu. Rendahnya tingkat kunjungan ini menjadi kendala utama pemerintah dalam memastikan kesehatan generasi masa depan Berau.

“Ini soal masa depan anak-anak kita. Saya memohon dan menekankan kepada tim di tingkat kecamatan hingga kabupaten: jangan biarkan persoalan ini jalan di tempat. Perkuat komunikasi dan pastikan angka kunjungan Posyandu meningkat!” tegasnya.

Menutup arahannya, Bupati Sri Juniarsih berharap wajah-wajah baru di PKK dan Posyandu kecamatan ini mampu menjadi agen perubahan yang proaktif. Dengan menjadikan penurunan angka stunting sebagai indikator utama keberhasilan, sinergi antara PKK, Posyandu, dan pemerintah diharapkan mampu membawa Berau keluar dari zona merah masalah gizi anak.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.