Atasi Krisis Tenaga Pendidik di Daerah Terpencil, Kaltim Siapkan Beasiswa Khusus Calon Guru SLB

oleh -252 views
Armin

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Krisis tenaga pendidik di Sekolah Luar Biasa (SLB), terutama di wilayah terpencil, mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menyiapkan skema Beasiswa Gratispol khusus bagi calon guru SLB. Program ini dirancang untuk memastikan hak pendidikan anak berkebutuhan khusus terpenuhi secara merata di seluruh penjuru daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, menyebut inisiatif tersebut merupakan langkah strategis jangka menengah dalam menjawab kebutuhan guru SLB yang semakin mendesak.

“Beasiswa ini kami desain sebagai solusi jangka menengah agar kebutuhan guru SLB, terutama di daerah, bisa terpenuhi secara berkelanjutan,” ujar Armin.

Program ini akan dirumuskan lebih rinci bersama Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) serta pemerintah kabupaten/kota. Salah satu opsi pembiayaan yang tengah dikaji adalah melalui dana BOSDA untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sinergis antarwilayah.

“Pemerintah daerah punya peran besar. Melalui BOSDA, program ini bisa berjalan efektif asalkan perencanaannya matang dan ada komitmen bersama,” tegasnya.

Disdikbud juga tengah melakukan pemetaan kebutuhan guru SLB di seluruh Kaltim, sehingga distribusi lulusan beasiswa nantinya tepat sasaran, terutama di daerah yang paling kekurangan.

Jika pada tahap awal kuota penerima beasiswa masih terbatas, Disdikbud berencana membuka kelas khusus di Kaltim sebagai solusi jangka pendek.

“Kalau penerimaan beasiswa belum bisa besar, kami pertimbangkan membuka satu sampai dua kelas khusus di Kaltim sebagai solusi cepat,” jelas Armin.

Untuk menjamin kualitas lulusan, Disdikbud Kaltim telah menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), kampus dengan reputasi unggul di bidang Pendidikan Luar Biasa. Ke depan, kerja sama serupa akan diperluas dengan perguruan tinggi lain.

Selain itu, masalah retensi guru SLB juga menjadi perhatian. Banyak lulusan pelatihan yang enggan kembali mengajar di daerah asal, terutama jika belum berstatus aparatur sipil negara.

“Ini kendala jangka pendek yang terus kami hadapi. Dengan skema beasiswa berikatan dinas, kami berharap penerima beasiswa berkomitmen untuk mengabdi di daerah yang membutuhkan,” pungkasnya.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.