Disdikbud Kaltim Minta Perguruan Tinggi Benahi Mutu Akademik untuk Maksimalkan Dampak Gratispol

oleh -268 views
Armin

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Dorongan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan Gratispol kembali mendapat penekanan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim menilai bahwa keberhasilan program beasiswa tersebut tidak hanya diukur dari pembebasan biaya kuliah, tetapi juga dari mutu pembelajaran di perguruan tinggi yang menerima mahasiswa penerima bantuan.

Plt. Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menyampaikan bahwa sejumlah aspek akademik di kampus perlu ditingkatkan agar lulusan program Gratispol memiliki daya saing kuat. Ia mengingatkan bahwa tujuan utama program adalah menghasilkan generasi muda yang mampu membawa kemajuan daerah.

“Program Gratispol ini kan tujuannya bagaimana agar SDM Kaltim maju ya. Tapi ada beberapa hal yang sebenarnya perlu diperkuat. Bagaimana outcome ke depan. Kalau saya lihat itu belum sampai ke situ,” kata Armin, Jumat (21/11/2025).

Menurutnya, beberapa SMA unggulan di Kaltim justru sudah menerapkan sistem pembelajaran yang lebih maju dibanding sebagian universitas. Kondisi ini menyebabkan lulusan SMA berprestasi harus beradaptasi dengan kualitas perkuliahan yang belum selaras dengan standar yang mereka dapatkan di sekolah.

“Kalau cara ngajarnya dosennya nggak bagus, ya mohon maaf, standarnya masih di bawah SMA. Sekarang kalau standar pembelajaran SMA 10, SMA unggulan, itu tingkat pembelajarnya sudah tinggi banget. Kayak di luar negeri cara pembelajarannya. Nah, sementara pembelajarannya di universitas, bisa nggak seperti itu?” tutur Armin dalam penjelasannya.

Armin menjelaskan bahwa siswa dari SMA unggulan telah terbiasa menjalani model pembelajaran aktif seperti presentasi, diskusi ilmiah, hingga penulisan karya akademik sejak dini. Namun, sebagian perguruan tinggi belum siap menyediakan lingkungan pembelajaran yang setara.

“Mereka biasa presentasi, diskusi, menulis karya ilmiah. Tiba-tiba masuk universitas, hadir dengan standar yang rendah. Nggak bisa dapat. Jadi universitas harus melayani anak dengan standar tinggi,” lanjut Armin memperinci.

Ia juga mendorong kampus untuk meningkatkan akreditasi program studi, memperkuat kualitas dosen, dan memperbaiki sistem akademik secara menyeluruh. Menurutnya, langkah tersebut penting agar para mahasiswa penerima Gratispol tidak sekadar menyelesaikan perkuliahan, tetapi juga tampil sebagai lulusan unggul.

“Universitas harus berbenah, menyiapkan standar. Supaya anak-anak kita masuk ke sana, hasilnya bagus. Jangan sampai seolah-olah yang dibebani itu justru tamatan SMA. Mereka ini sudah kita kasih beasiswa, ya dampaknya apa? Bayar dong dengan prestasi,” jelas Armin dalam penekanan lebih lanjut.

Armin berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat diperkuat agar Gratispol tidak berhenti pada aspek pembiayaan, tetapi menjadi instrumen untuk membangun generasi muda yang kompeten dan berdaya saing tinggi.

“Kita berharap itu yang harus dipertajam. Supaya prestasinya bagus, ya harus standar dong universitasnya. Kalau universitasnya kuat, outcome-nya juga pasti kuat,” sambung Armin dalam pernyataan penutupnya.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.