Pemprov Kaltim Perketat Validasi Program GratisPol Pendidikan, Dorong Inovasi dan Akselerasi

oleh -290 views
Armin

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkuat implementasi Program GratisPol Pendidikan, yang menjadi pionir beasiswa terbesar dan paling komprehensif di Indonesia. Program ini bukan hanya memberi akses pendidikan bagi mahasiswa S1, S2, dan S3, tetapi juga menuntut validasi data yang akurat serta inovasi berkelanjutan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, menegaskan bahwa GratisPol memiliki mekanisme berbeda dibanding program beasiswa sebelumnya, termasuk Kaltim Cemerlang, Kaltim Tuntas, dan BKT.

“Program ini memang sesuatu yang baru bagi Disdikbud. Bedanya, GratisPol membutuhkan data yang sangat akurat. Semua mahasiswa dari jenjang S1, S2, dan S3 harus tercatat dengan valid, apalagi mahasiswa di perguruan tinggi swasta valid atau tidak. Bisa saja masih ada data, tapi sudah beda. Tidak selalu sama dengan universitas negeri,” ujar Armin, Rabu (26/11/2025).

Ia menyebut validasi data mahasiswa menjadi tantangan utama, terutama karena sempat terjadi kendala aplikasi yang membuat sejumlah mahasiswa mengeluhkan namanya tidak muncul saat pendaftaran. Disdikbud pun berkoordinasi dengan Disdukcapil dan perguruan tinggi untuk memastikan akurasi informasi.

“Beberapa aplikasi pendaftaran sempat error, sehingga banyak mahasiswa komplain karena namanya tidak muncul. Hal ini menjadi perhatian serius kami agar penyaluran beasiswa tepat sasaran,” jelasnya.

Armin menambahkan bahwa Disdikbud bertanggung jawab terhadap administrasi GratisPol, termasuk seragam sekolah dan BOSDA bagi sekolah negeri, sementara Jospol untuk guru RA, PAUD, SD, MTS, hingga SMK berada di bawah Biro Kesra.

“Tahun ini memang ada penyesuaian administrasi, tapi tahun depan insya Allah semuanya sudah siap. Kami sudah memutakhirkan sistem, mengetahui kelebihan dan kekurangan dan siap mempercepat proses,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa pemutakhiran data menjadi kunci agar penerima beasiswa tepat sasaran dan dapat dijelaskan secara transparan kepada masyarakat.

“Tim pengelola GratisPol di Biro Kesra harus paham dan bisa mensosialisasikan program ini. Banyak pertanyaan masuk, dan semua dijelaskan dengan rinci. Fokus utama adalah memastikan mahasiswa yang berhak mendapatkan manfaat secara tepat,” katanya.

Program GratisPol juga menjadi momentum untuk menghadirkan terobosan baru di sektor pendidikan. Armin menyebut Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, meminta Disdikbud mempercepat inovasi dan menerapkan ide-ide segar.

“Beliau fokus pada inovasi dan ide, bukan semata soal anggaran. Program ini benar-benar memperhatikan kebutuhan pendidikan, sekaligus mendorong lompatan kualitas,” ujarnya.

Salah satu inovasi yang kini dijalankan adalah pengembangan bilingual school di sekolah negeri. Guru dilatih secara khusus agar mampu menerapkan metode pembelajaran bilingual dengan standar internasional.

“Guru dilatih, dikursuskan, dan didampingi agar mampu mengimplementasikan metode pembelajaran baru. Program ini belum ada di provinsi lain di Indonesia, dan tantangannya memang besar. Tapi kami optimistis mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kaltim,” kata Armin.

Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas lembaga, mulai dari Biro Kesra, perguruan tinggi, hingga instansi terkait lainnya untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih data mahasiswa dan guru.

Selain pemutakhiran data, percepatan sistem administrasi memungkinkan penyaluran beasiswa dan tunjangan berjalan lebih cepat dan tidak menghambat penerima manfaat.

“Dengan adanya pemutakhiran data dan validasi, kami bisa segera menyalurkan beasiswa dan tunjangan. Ini juga penting agar proses administrasi tidak menghambat mahasiswa maupun guru yang menjadi penerima,” jelasnya.

Armin menyampaikan bahwa keberanian Gubernur Kaltim meluncurkan program berskala besar ini mendapat perhatian pemerintah pusat, termasuk Kemendikbud dan Komisi X DPR RI.

“Mereka kaget dan kagum karena ini pertama kali di Indonesia. Program ini bukan hanya memberikan akses pendidikan, tapi juga mendorong inovasi dan lompatan kualitas pendidikan yang nyata,” ujarnya.

Dengan sistem data yang lebih ketat, inovasi sekolah bilingual, serta koordinasi lintas lembaga, Program GratisPol diyakini mampu memberikan manfaat pendidikan yang lebih merata dan berkelanjutan.

“Tujuan utama kami adalah memastikan program ini tepat sasaran, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh,” pungkas Armin.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.