Kisah UMKM Maju Ceria: Dari Dapur Rumahan, Merajut Asa di Bawah Naungan Kelurahan

oleh -950 views
UMKM Maju Ceria. foto Helda Mildiana Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Di tengah hiruk pikuk pameran, bazar, atau festival di Tanjung Redeb, ada satu booth yang selalu ramai dikunjungi: UMKM Maju Ceria. Kelompok yang beranggotakan 13 ibu rumah tangga (IRT) tangguh ini bukan sekadar penjual, melainkan perajut mimpi yang mengubah hobi memasak menjadi mesin ekonomi keluarga.

Dipimpin oleh Renny Octavia, UMKM Maju Ceria telah aktif sejak tahun 2022 di Kelurahan Tanjung Redeb. Mereka beranggotakan Renny Octavia, Sutriyani, Suwardi, Fitriani, Mei Mei, Rabiyah, Diah Yunaeni, Yuliana, Wiwin, Indrawati, Tita Nurul, Rica, dan Ersa. Mereka adalah bukti nyata bagaimana semangat kolaborasi mampu menopang ketahanan ekonomi rumah tangga.

Menu Lengkap dari Rempeyek Hingga Rice Bowl Tuna

Saat ditemui di acara penutupan Festival Ikan Hari Ikan Nasional (Harkannas), Minggu (23/11/2025) lalu, Renny Octavia antusias menceritakan betapa acara seperti inilah “ladang rezeki” yang paling disukai anggotanya.

Tak tanggung-tanggung, kelompok ini menyajikan spektrum kuliner yang luar biasa lengkap, mulai dari produk kering hingga menu siap santap yang berkuah.

Produk Kering dan Camilan: Terasi dalam kemasan botol, keripik sukun, keripik tempe, Rempeyek, kue kering, hingga aneka kacang.

Menu Siap Saji (Nasi dan Rice Bowl): Nasi rica-rica, nasi suwir tuna, dan varian rice bowl lainnya.

Menu Berkuah: Tekwan, pentol, tahu isi ayam, Soto Banjar, Soto Jawa, bubur ayam, dan nasi kuning.

Persaingan Sehat di Dunia Maya

Meskipun tergabung dalam satu kelompok, Renny mengakui adanya persaingan yang sehat di antara anggotanya dalam memasarkan produk. “Kami ini kuat-kuatan promosi menggunakan media sosial. Entah itu Instagram, Facebook, atau WhatsApp,” kata Renny sembari diiyakan oleh anggota kelompoknya.

Sebagian anggota telah melebarkan sayap pemasaran dengan memanfaatkan aplikasi pesan antar seperti GoFood atau mengandalkan jasa kurir lokal, memastikan produk lezat mereka menjangkau konsumen yang lebih luas.

Jaminan Mutu dan Tantangan Kemasan

Untuk menjamin kualitas dan legalitas, UMKM Maju Ceria secara kolektif mengurus perizinan produk. Sebagian besar telah mengantongi izin Halal, PIRT, hingga BPOM, sementara sebagian lainnya masih dalam proses pengurusan.

Mereka menyadari betul bahwa kemasan adalah penunjang penjualan yang vital. Namun, kelompok ini menghadapi tantangan klasik UMKM di daerah: biaya kemasan yang cukup tinggi.

“Memang ada pembeli yang tidak terlalu mempermasalahkan kemasan, yang penting isinya enak. Tapi, kami berupaya mengutamakan rasa sekaligus kemasannya. Memesan kemasan atau pesan ke luar Berau ini, lumayan harganya dan ongkirnya,” ungkap Renny.

Harapan untuk Kemajuan Bersama

Dengan aktivitas produksi yang kini semakin tinggi, UMKM Maju Ceria sangat berharap adanya uluran tangan pemerintah daerah, khususnya dalam bentuk bantuan peralatan produksi. Penambahan atau peremajaan alat dinilai krusial untuk menjaga momentum dan volume produksi.

Kelompok ini pun tak lupa menyampaikan terima kasih atas bimbingan dan arahan yang telah diberikan oleh Kelurahan Tanjung Redeb melalui Sekretaris Lurah, Lilyana, serta binaan dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, dan Dinas Perikanan.

UMKM Maju Ceria adalah representasi semangat wirausaha lokal Berau: berawal dari dapur rumah tangga, kini mereka siap “Maju” dan “Ceria” mengisi etalase kuliner daerah.

(adv/kom25/Hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.