Disbun Kaltim Latih Petani Kuaro Produksi Agens Hayati untuk Pengendalian OPT Ramah Lingkungan

oleh -158 views

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Upaya memperkuat pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) secara ramah lingkungan terus didorong Dinas Perkebunan Kalimantan Timur. Pada Selasa (25/11/2025), Balai Desa Kendarom, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, menjadi lokasi pelatihan perbanyakan dan penyebaran Agens Pengendali Hayati (APH) yang digelar UPTD Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan (P2TP) Disbun Kaltim.

Pelatihan ini menyasar 25 anggota Regu Pengendali OPT Kecamatan Kuaro dan dirancang sebagai ruang pembelajaran praktis untuk meningkatkan kemampuan petani dalam menyediakan bahan pengendali OPT berbasis biologis. Pendekatan ini menjadi alternatif penting untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia serta menjaga kesehatan tanaman.

Kegiatan dibuka oleh Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim yang diwakili Kepala UPTD P2TP, Ruspiansyah. Ia menegaskan pentingnya penguasaan teknik pengendalian dini agar tanaman tetap produktif.

“Kita ingin petani mampu melakukan tindakan preventif melalui upaya pengendalian dini terhadap serangan OPT, sehingga kesehatan tanaman tetap terjaga dan produktivitas tidak terganggu,” ujar Ruspiansyah.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Kendarom serta pejabat fungsional POPT Dinas Pertanian dan Peternakan Paser yang mendampingi peserta dalam sesi praktik. Narasumber dari Balai Perlindungan Tanaman Perkebunan Pontianak, H. Isnawan Safi’i, memberikan materi teknis dan memandu langsung proses pembuatan starter jamur Trichoderma sp., salah satu APH yang efektif menekan serangan OPT secara alami.

Melalui pelatihan ini, peserta berhasil memproduksi starter Trichoderma yang nantinya dapat dikembangkan dan digunakan secara mandiri di lahan masing-masing. Pendekatan ini diharapkan memperkuat ketahanan tanaman sekaligus mendorong penerapan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Paser.

Ruspiansyah menegaskan bahwa kemampuan tersebut perlu diimplementasikan secara nyata di lapangan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh petani dan lingkungan.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.