Kaltim Dorong Diversifikasi Lapangan Kerja di Tengah Dominasi Sektor Tambang

oleh -230 views
Rozani Erawadi

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mengupayakan diversifikasi lapangan kerja di tengah masih dominannya sektor pertambangan sebagai penyerap tenaga kerja terbesar. Langkah ini dilakukan melalui masuknya investasi baru serta penguatan sektor industri pengolahan dan pertanian lokal guna mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam.

Strategi tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang kerja yang lebih beragam, sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah menuju model pembangunan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Rozani Erawadi, menyebut sejumlah program nasional turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai memberi dorongan positif bagi ekonomi lokal serta membuka peluang usaha dan pekerjaan baru di tingkat akar rumput.

Selain itu, Pemprov Kaltim juga memperkuat kolaborasi investasi melalui insentif dan kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta, termasuk lewat program JosPol. Inisiatif ini membuka kesempatan kerja lebih luas, terutama pada sektor pertanian, peternakan, dan industri pangan lokal.

“Berdasarkan data terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kalimantan Timur pada Agustus 2024 tercatat sebesar 5,14 persen. Hasil Sakernas akan memastikan apakah angka ini mengalami penurunan. Pemerintah daerah menargetkan TPT tahun ini lebih rendah dibanding periode sebelumnya,” ujar Rozani.

Optimisme penyerapan tenaga kerja turut didorong oleh proyek-proyek strategis, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), ekspansi industri pengolahan, dan beroperasinya Kilang Pertamina. Deretan proyek ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan peluang kerja baru.

Tren TPT Kaltim menunjukkan penurunan, dari 5,75 persen pada Februari 2024 menjadi 5,33 persen beberapa bulan berikutnya, hingga berada pada angka 5,14 persen saat ini. Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS menjadi pedoman untuk melihat perkembangan ketenagakerjaan di daerah.

“Hasil akhir akan segera dirilis BPS, dan Disnakertrans akan diundang untuk memverifikasi kondisi ketenagakerjaan di Kaltim,” jelas Rozani.

Meski demikian, penyerapan tenaga kerja masih terkonsentrasi pada sektor pertambangan, pertanian, dan industri pengolahan. Dominasi sektor tambang menunjukkan struktur ekonomi yang masih bertumpu pada komoditas primer.

Rozani menegaskan pentingnya memperluas diversifikasi pekerjaan agar masyarakat memiliki pilihan yang lebih variatif.

“Dengan meningkatnya pembangunan dan investasi di berbagai sektor, peluang kerja akan semakin luas, termasuk di industri pengolahan dan pertanian modern,” katanya.

Pemprov Kaltim menekankan bahwa kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat merupakan kunci menekan angka pengangguran dan menciptakan ekonomi daerah yang lebih tangguh. Upaya diversifikasi ini diharapkan mampu menyediakan lapangan kerja yang stabil, mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.