Kaltim Hadapi Musim Hujan Panjang hingga Pertengahan 2026 Akibat La Nina, BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi

oleh -124 views
Riza Arian Noor

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait durasi musim hujan yang diprediksi akan sangat panjang di Kalimantan Timur. Fenomena La Nina lemah yang masih aktif diperkirakan akan memengaruhi cuaca regional hingga pertengahan tahun 2026, menuntut kesiapsiagaan tinggi dari seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto BMKG Samarinda, Riza Arian Noor, mengungkapkan bahwa dinamika atmosfer terkini menunjukkan kondisi La Nina lemah yang akan bertahan.

“Wilayah Kalimantan Timur sudah berada dalam periode musim hujan, dan diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan bulan Juni tahun 2026. Ini berarti kita akan menghadapi periode hujan yang sangat panjang, hampir 6 sampai 7 bulan ke depan,” jelas Riza Arian Noor di Samarinda, Selasa (2/11/2025).

Menurut Riza, posisi Kaltim di garis ekuator menyebabkan wilayah ini memiliki musim hujan yang dominan, berbeda dengan wilayah lain seperti Jawa. Dengan kondisi ini, dampak dan potensi bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, dan angin kencang) perlu diwaspadai secara maksimal.

Senada dengan Riza, Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan, Bapak Kukuh Ribudiyanto, menegaskan bahwa La Nina secara alami akan menambah distribusi uap air dan curah hujan di Kaltim.

“Makin ke arah Desember, tren curah hujan tentu naik. Meskipun sempat dipengaruhi siklon tropis yang mengurangi hujan di Kutai Kartanegara dan Kutai Timur, secara umum La Nina akan meningkatkan intensitas hujan di musim ini,” kata Kukuh.

Kukuh juga menyoroti adanya perubahan iklim lokal yang memperburuk situasi. Data BMKG menunjukkan Samarinda telah mengalami kenaikan suhu rata-rata sebesar 1,5 derajat Celsius.

“Peningkatan suhu ini pasti karena bertambahnya manusia dan permukiman, dan hal ini menyumbang pada kenaikan jumlah kejadian cuaca ekstrem yang kami catat,” tambahnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk proaktif memantau perkembangan cuaca harian dan mingguan melalui kanal informasi resmi BMKG. Informasi prakiraan potensi ekstrem disampaikan paling tidak tiga hari hingga satu jam ke depan pada saat kondisi mendesak.

“Informasi itu harus update, jangan hari ini kita dapat, kita pakai beberapa hari atau beberapa bulan ke depan. BMKG memantau kondisi ini setiap hari,” tutup Riza.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.