Jelang Nataru, BMKG Kaltim Minta Warga dan Traveler Waspada Puncak Hujan; Ingatkan Bahaya Banjir Rob di Wilayah Pesisir

oleh -168 views
Kukuh

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Kalimantan Timur, khususnya para pelaku perjalanan dan warga di wilayah pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Periode ini bertepatan dengan puncak musim hujan di beberapa zona musim (ZOM) di Kaltim, yang berpotensi memicu kejadian cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi. Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan, Bapak Kukuh Ribudiyanto, menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.

“Makin ke arah Desember tentu trennya adalah naik (curah hujan). Walaupun dari cuaca ekstrem ada beberapa waktu lalu terjadi cuaca ekstrem yang ujiannya menyebabkan terkenangnya beberapa wilayah di Balikpapan dan di Samarinda,” ungkap Kukuh di Samarinda, Selasa (2/11/2025).

Ia menambahkan, peningkatan kejadian cuaca ekstrem juga telah terdata, seiring dengan kenaikan suhu rata-rata di Samarinda sebesar 1,5 derajat Celsius akibat perubahan lingkungan. Riza Arian Noor, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto BMKG Samarinda, turut memperingatkan.

“Untuk transportasi udara, ya tentunya perlu waspada, karena kita kan berada di periode musim hujan. Apalagi di pengalaman kita di bulan Desember-Januari juga sering terjadi kejadian bencana, kejadian kecelakaan, dan lain-lain,” ujar Riza.

Hal ini menjadi perhatian serius mengingat bulan Desember-Januari adalah puncak mobilitas masyarakat selama libur Nataru.

“Kadang yang penting udah kita lihat liburan kan kita lupa, apakah kita mau perhatikan kondisi cuacanya seperti apa,” sindirnya.

Fokus kewaspadaan juga diarahkan pada wilayah pesisir. Riza menjelaskan bahwa di daerah pesisir, potensi bencana lebih kompleks karena tidak hanya dari curah hujan, tetapi juga dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

“Kemungkinan potensi banjir rob juga ada tergantung bulannya, kalau misalnya bulan awal hijriahnya atau bulan purnama biasanya seperti itu,” jelasnya.

Kondisi ini akan semakin berbahaya jika pasang air laut tinggi saat bulan purnama ditambah dengan hujan lebat.

“Tentunya juga air pasang yang naik ditambah dari atas tentunya juga sangat berdampak di wilayah pesisir. Mungkin di wilayah pesisir itu yang harus diperhatikan pasang surut,” tegas Riza.

Masyarakat di pesisir diminta untuk selalu memperhatikan informasi pasang surut dan potensi hujan lebat.

Untuk mengantisipasi dan memitigasi risiko, BMKG secara rutin menyampaikan prakiraan cuaca. Bapak Kukuh Ribudiyanto menjelaskan bahwa BMKG Balikpapan dan Samarinda setiap hari memberikan informasi.

“Kita setiap, bahkan setiap hari, jadi setiap hari kami menyampaikan perakiraan yang sifatnya kalau dari Pak Risa itu musiman, kemudian bulanan, dan dasarian. Kemudian dari kami ada perakiraan potensi ekstrem itu seminggu ke depan, kemudian tiga hari ke depan,” katanya.

Bahkan, untuk potensi ekstrem yang sifatnya mendadak, BMKG dapat memberikan informasi tiga jam hingga satu jam ke depan. Masyarakat dapat mengakses informasi ini melalui website bmkgsamarinda.com serta akun-akun media sosial BMKG di Instagram, Facebook, dan X.

“Masyarakat saya kira harus tahu kondisi lingkungannya masing-masing, daerah potensi bencana atau tidak, itu yang perlu dipahami,” pungkasnya.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.