Berau Mantapkan Arah Pembangunan Penduduk Melalui Sosialisasi GDPK 2022–2047

oleh -142 views
Sosialisasi Grand Desain Pembangunan Kependudukan (GDPK) pada Selasa (2/12/2025) di SM Tower Hotel. foto Kominfo Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) menggelar Sosialisasi Grand Desain Pembangunan Kependudukan (GDPK) pada Selasa (2/12/2025) di SM Tower Hotel.

Kegiatan yang bertujuan memantapkan arah pembangunan penduduk Berau hingga tahun 2047 ini dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Warji, yang hadir mewakili Bupati Berau, Sri Juniarsih.

GDPK Sebagai Pedoman Kebijakan Jangka Panjang

Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah, menyampaikan bahwa GDPK merupakan aspek strategis yang wajib dimiliki daerah. GDPK yang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024 ini menjadi pedoman kebijakan kependudukan jangka panjang selama 25 tahun, terhitung sejak 2022 hingga 2047.

Rabiatul menjelaskan, penyusunan GDPK merupakan amanat dari Perpres Nomor 153 Tahun 2014, yang mengharuskan setiap daerah merancang strategi kependudukan secara terpadu. Lima pilar GDPK akan berfungsi sebagai instrumen evaluasi kebijakan kependudukan yang mencakup :pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, peningkatan ketahanan keluarga, penataan persebaran penduduk, pengendalian mobilitas penduduk.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pemanfaatan bonus demografi di Berau dapat optimal dan mampu melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Warji, Bupati Berau Sri Juniarsih menegaskan bahwa isu kependudukan merupakan tantangan sekaligus peluang besar bagi pembangunan daerah.
Menurut Bupati, bonus demografi dapat menjadi modal besar untuk percepatan pembangunan jika dikelola dengan baik. Sebaliknya, tanpa perencanaan kependudukan yang matang, kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah baru, seperti pengangguran dan ketimpangan sosial.

“GDPK sangat penting untuk memastikan pembangunan berorientasi pada kualitas penduduk, menyiapkan SDM yang produktif, sehat, dan berdaya saing,” tulis Bupati dalam sambutannya.

Bupati juga menekankan bahwa melalui GDPK, isu kependudukan tidak lagi dipandang sekadar sebagai angka, tetapi sebagai aset pembangunan. “Penduduk bukan lagi objek, tetapi subjek pembangunan,” tegasnya.

Komitmen dan Integrasi Kebijakan
Pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen untuk mewujudkan SDM yang cerdas, unggul, berakhlak, dan berbudaya melalui kebijakan kependudukan yang berbasis data dan perencanaan jangka panjang.

Bupati mendorong jajaran DPPKBP3A dan seluruh perangkat daerah untuk fokus pada pengendalian pertumbuhan penduduk, penguatan pendidikan dan kesehatan, peningkatan kualitas generasi muda, serta penguatan program perlindungan sosial bagi kelompok rentan.

Di akhir sambutannya, Bupati berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memahami substansi GDPK dan mengintegrasikannya secara konkret ke dalam perencanaan sektor masing-masing.

Sosialisasi ini dihadiri oleh 65 peserta dari unsur Forkopimda, OPD, Penyuluh KB, akademisi, serta jajaran DPPKBP3A, menandai langkah awal penting untuk memperkuat integrasi kebijakan kependudukan dalam perencanaan pembangunan daerah Berau.

(kom/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.