Dari Meja Pensiun ke Dapur Produksi: Kisah Amplang Purnama, Keberanian Rasa dari Bumi Batiwakkal

oleh -689 views
AMPLANG Purnama. foto dok Ida Purnama

BAGI masyarakat Kalimantan Timur, amplang bukan sekadar camilan; ia adalah warisan rasa. Kerupuk ikan gurih yang renyah ini telah lama menjadi ikon oleh-oleh, dengan variasi bahan dasar yang khas di Kalimantan Timur. Jika di ibukota Samarinda amplang berbahan ikan Gabus, Tenggiri, hingga ikan Belida (pipih).

Di Kabupaten Berau, peta kuliner lokal perlahan berubah. Jika satu dekade lalu amplang merupakan kuliner oleh oleh dari Samarinda. Berkat geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah ini sekitar tahun 2010-an, kerupuk renyah ini hadir melimpah di Bumi Batiwakkal.

Meskipun bukan yang pertama memperkenalkan amplang di Berau, salah satu nama yang cukup dikenal dalam dunia per-amplangan lokal adalah Ida Purnama.

Sebuah Kecintaan yang Bermula di Dapur
Ida Purnama, seorang wanita pensiunan dengan semangat wirausaha yang menyala, memulai petualangannya di dunia “per-amplangan” sejak tahun 2020. Amplang yang ia usung menggunakan namanya sendiri: “Amplang Purnama.”

“Awalnya saya memang hobi makan amplang,” ungkap Ida. “Lama kelamaan saya tertarik mengolahnya sendiri. Di sini, amplang adalah bentuk diversifikasi makanan olahan berbahan dasar ikan yang sangat potensial.”

Tak seperti amplang pada umumnya yang sering menggunakan Tenggiri, Amplang Purnama memilih jalur berbeda yang memanfaatkan kekayaan bahari Berau. Ida berfokus pada dua jenis ikan yang melimpah di perairan pesisir: Ikan Bulan-Bulan dan Ikan Bandeng.

Ikan yang kaya protein ini diolah menjadi kerupuk renyah yang konsisten. Untuk menjamin pasokan, rumah produksi Ida dilengkapi dua buah freezer besar, siap menampung stok ikan segar. “Memang ada saat-saat tertentu untuk ikan bulan-bulan itu tidak ada tangkapan oleh nelayan,” ceritanya, menyiratkan tantangan alamiah yang harus ia taklukkan sebagai produsen.

Merambah Pasar Lokal Hingga Tanah Suci

Perjalanan pemasaran Amplang Purnama dimulai dari langkah-langkah sederhana, namun strategis. Ida menitipkannya di rombong-rombong gerobak yang berjejer di Tepian Sungai Segah, lalu merambah warung coto makassar, soto Kuin, hingga toko-toko modern seperti Nano Mart, toko 24 jam dan Murah Mart samping toko Jawa Indah jalan Durian 3 Tanjung Redeb.
Tak butuh waktu lama, citarasa unggul Amplang Purnama menyebar dari mulut ke mulut. Camilan renyah ini dikenal akrab di kalangan guru-guru di Tanjung Redeb ini, menjadikannya pilihan oleh-oleh favorit bagi siapa pun yang berkunjung ke Bumi Batiwakkal.
Jangkauan pasar Amplang Purnama kini bahkan melampaui batas-batas kabupaten dan provinsi. Siapa sangka, amplang dengan kemasan yang masih sederhana ini telah “pede” menyasar konsumen hingga ke Mekkah, Madinah, dan Kuala Lumpur. Di dalam negeri, ia telah terbang ke Semarang, Surabaya, serta menjelajah wilayah Kaltim di Kabupaten Tana Tidung dan Pulau Sebuku.
Amplang Purnama membuktikan bahwa citarasa unggul adalah paspor terbaik menuju pasar global. Dengan modal sertifikat Halal dan izin PIRT yang telah dikantongi, Ida Purnama terus menjaga kualitas dengan kemasan sederhana.

Makna di Balik Produksi
Bagi Ida Purnama, berdagang bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang berbagi dan ibadah. “Semangat niatkan ibadah karena Allah. Kita bisa berbagi dengan penjual dan pembeli,” ujarnya. Filosofi ini tercermin dalam gaya produksi dan berdagang Ida bersama keluarganya, di mana hari Jumat dan Minggu didedikasikan sepenuhnya untuk ibadah dan kebersamaan keluarga.

Kisah Amplang Purnama adalah cerminan kegigihan seorang pensiunan yang menemukan panggilan baru. Dengan memanfaatkan potensi lokal, ia turut memajukan industri UMKM Berau dan membuktikan bahwa produk lokal siap terbang tinggi dengan bekal citarasa yang otentik.

Bagi yang ingin mencicipi langsung renyahnya Amplang Purnama atau menjadikannya buah tangan dari Berau, dapat langsung menghubungi:
Pemesanan (Ida Purnama): 0812-8219-7917, 0852-5026-7477
• Alamat Rumah Produksi: Jalan Karang Mulyo, Gang H.Abul, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau

(adv/kom25/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.