Bupati Berau Geram, Serapan Anggaran OPD di Akhir Tahun 2025 Kurang Maksimal

oleh -689 views
Rapat Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Serapan Anggaran APBD, APBD-P, DAK, dan BANKEU Tahun Anggaran 2025, pada Senin (8/12/2025), di Ruang Rapat Sangalaki Setda Berau, Tanjung Redeb.foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Kurangnya penyerapan anggaran secara maksimal oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah memicu kegeraman Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. Bupati menegaskan bahwa rendahnya serapan ini harus menjadi perhatian khusus bagi seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau.

Hal tersebut disampaikan Bupati dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Serapan Anggaran APBD, APBD-P, DAK, dan BANKEU Tahun Anggaran 2025, pada Senin (8/12/2025), di Ruang Rapat Sangalaki Setda Berau, Tanjung Redeb.

Bupati Sri Juniarsih secara terang-terangan menyoroti beberapa OPD dan kecamatan yang penyerapan anggarannya masih berada di level rendah dan dianggap belum maksimal. Daftar instansi yang disorot tersebut termasuk Kecamatan Tabalar, Diskominfo, Dinas Pertanahan, Kecamatan Segah, Bapenda, Dinsos, BPBD, DPUPR, Sekretariat Daerah, dan Disnaker Berau.

Perintah Keras: Februari 2026 Harus Dimulai

Menyikapi kondisi ini, Bupati Berau menegaskan agar masalah keterlambatan penyerapan anggaran tidak terulang kembali di tahun anggaran 2026.

“Untuk menjadi perhatian seluruh kepala dinas, saya tidak mau dengar tahun depan, apalagi dengan berkurangnya efisiensi anggaran. Saya tidak mau lagi mendengar ada pengadaan yang terlambat untuk dikerjakan atau dilelang,” ujar Sri Juniarsih dengan nada tegas.

Ia bahkan menetapkan batas waktu yang sangat ketat untuk tahun depan. Bupati menekankan kepada seluruh OPD agar pengerjaan proyek dan program harus sudah dimulai pada Bulan Februari 2026, dan penyerapan anggaran juga sudah harus maksimal sejak awal tahun.

“Saya tidak mau lagi mendengar ada penyerapan anggaran yang terlambat seperti ini untuk tahun depan, adanya efisiensi anggaran sehingga tidak banyak anggaran yang kita kelola. Mustahil kalau misalnya bapak ibu maksimal bekerja, penyerapan anggaran jangan sampai terlambat lagi,” terangnya.

Bupati mengungkapkan kekecewaannya karena telah bersurat setiap tiga bulan kepada OPD untuk memaksimalkan penyerapan anggaran, namun masih banyak yang terlambat.

“Itu pun masih banyak yang terlambat. Itulah mengapa saya meminta kepada kepala OPD baik yang penyerapan anggarannya sudah maksimal maupun yang penyerapannya masih rendah untuk dapat hadir di sini,” pungkasnya, menunjukkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja anggaran.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.