Musrenbang Kelay 2026: Dari Urusan Pupuk Hingga Ambisi Jadi Pusat Kakao

oleh -54 views
Bukan sekadar formalitas, Musrenbang kali ini menjadi corong kebutuhan dasar warga. Perwakilan masyarakat. foto Kominfo Berau

KELAY, DIMENSINEWS – Kecamatan Kelay resmi memetakan masa depannya melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Kelay, Selasa (10/2/2026). Hasilnya? Sebanyak 231 usulan “disetor” warga untuk mengubah wajah pedalaman Berau ini menjadi lebih mandiri.

Aspirasi dari Akar Rumput: Sekolah hingga Jalan Tani

Bukan sekadar formalitas, Musrenbang kali ini menjadi corong kebutuhan dasar warga. Perwakilan masyarakat, Agustinus Jalung, menyuarakan tiga sektor krusial yang jadi dambaan masyarakat Kelay, yakni

Kepala Kampung Kecamatan Kelay dalam Musrenbang Kelay

1.Pendidikan & Kesehatan: Rehabilitasi pagar sekolah, halaman, hingga fasilitas sanitasi (UKS/Mushola) untuk SD dan SMP. Di sisi kesehatan, warga meminta penguatan sarana Puskesmas dan Pustu agar pelayanan medis tak perlu jauh ke kota.

2. Pertanian (Nadi Ekonomi): Petani Kelay mengusulkan dukungan nyata berupa pengadaan pupuk (organik/anorganik), obat hama, hingga pembangunan jalan usaha tani melalui sistem swakelola.

Infrastruktur Desa: Memastikan mobilitas warga tidak lagi terkendala jalan rusak atau terisolasi.

Kelay Menuju Terang dan Terhubung

Camat Kelay, Toris, memaparkan bahwa usulan yang terkumpul merupakan hasil jemput bola dari 14 kampung sejak Januari lalu. Selain merancang masa depan, Toris juga melaporkan progres nyata di tahun 2025 sebagai bukti pembangunan terus berjalan.

“Puskesmas Kelay sudah dimanfaatkan, jalan poros hulu sepanjang 6,1 km mulai terlihat hasilnya, dan jaringan listrik PLN perlahan masuk ke kampung-kampung. Target kita selanjutnya adalah menuntaskan akses Muara Lesan–Lesan Daya dan penyelesaian jaringan listrik desa,” jelas Toris.


Bupati: Kelay Jangan Hanya Bergantung pada Tambang

Hadir dalam forum tersebut, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas memberi tantangan besar bagi warga Kelay. Ia menekankan pentingnya transisi ekonomi agar Kelay tidak selamanya bergantung pada sektor ekstraktif.

Bupati mendorong Kelay fokus pada tiga sektor unggulan:
1. Kakao: Menjadikan Kelay sebagai sentra kakao berkualitas.

2. Pariwisata: Memanfaatkan kekayaan alam pedalaman untuk turis mancanegara maupun lokal.

3. Ekonomi Kreatif: Mendorong anak muda Kelay menciptakan produk bernilai tambah.

“Kita harus melirik potensi lokal. Selain infrastruktur, perusahaan di sekitar sini juga harus transparan soal dana CSR mereka. Pembangunan harus merata, dan CSR harus menyentuh kebutuhan langsung masyarakat,” tegas Bupati.

Seluruh usulan ini kini masuk ke tahap penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026. Harapannya, Kelay tidak lagi hanya menjadi wilayah “perlintasan”, tapi menjadi pusat pertumbuhan baru di hulu Berau.

(wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.