Cokelat Berau Masuk Pasar Prancis hingga Jepang, Petani Diminta Ambil Peluang Ekspor

oleh -15 views
Sekda Muhammad Said

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Sebuah transformasi besar sedang membayangi masa depan ekonomi Kabupaten Berau. Bukan lagi soal emas hitam batubara, melainkan “emas cokelat” alias komoditas kakao yang kini mulai melirik panggung dunia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, menegaskan bahwa kualitas kakao Bumi Batiwakkal bukan lagi sekadar isapan jempol. Keberhasilan menembus pasar ketat di Prancis melalui raksasa cokelat Valrhona, serta permintaan masif dari Jepang yang mencapai 500 ton per tahun, menjadi bukti sahih bahwa lidah internasional telah jatuh hati pada produk lokal kita

“Pasar Menunggu, Lahan Masih Tidur”
Masalah utama yang dihadapi Berau saat ini bukanlah mencari pembeli, melainkan memenuhi permintaan yang membeludak. Said menekankan bahwa ini adalah panggilan bagi para petani untuk kembali ke lahan dan melihat kakao sebagai sumber kesejahteraan baru yang berkelanjutan.

“Kita punya kualitas, kita punya nama di Amsterdam hingga Swiss. Sekarang pertanyaannya, sejauh mana masyarakat kita berani menangkap peluang ini? Jangan biarkan lahan-lahan kita belum tergarap maksimal sementara dunia sedang mencari hasil bumi kita,” tegas Said.

Sinergi Pemerintah dan Swasta: Petani Tidak Sendirian
Pemerintah Kabupaten Berau menyadari bahwa keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menjadi penghambat. Untuk itu, peran sektor swasta seperti PT Berau Coal diapresiasi karena konsistensinya dalam mendampingi petani.

Pemkab Berau menjanjikan dua hal utama untuk memotivasi para petani:

Kemudahan Regulasi: Birokrasi yang tidak berbelit bagi pengembang sektor perkebunan.

Dorongan Permodalan: Mengajak lebih banyak perusahaan swasta untuk “turun tangan” membantu modal dan teknologi bagi petani lokal.

Langkah mendorong petani melirik kakao ini bukan sekadar mengejar ekspor, melainkan strategi jitu menghadapi era pasca-tambang. Berbeda dengan tambang yang akan habis, kakao adalah komoditas terbarukan yang jika dikelola dengan serius, akan menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjamin masa depan ekonomi keluarga petani di Berau.

Pesan untuk Petani Berau: Dunia sudah membuka pintunya. Sekarang saatnya para petani lokal melangkah masuk dan membuktikan bahwa dari tanah Berau, lahir cokelat terbaik yang mampu bersaing di pasar global. Jangan jadi penonton di tanah sendiri!

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.