Minim Sarana Pemadam Jalur Air, Damkar Berau Usulkan Pengadaan Unit Fireboat

oleh -14 views
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau, Nofian Hidayat . foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Ketiadaan sarana pemadam kebakaran khusus di wilayah perairan menjadi kendala serius bagi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau. Keterbatasan ini dinilai sangat berisiko, terutama saat menghadapi kebakaran di kawasan pemukiman padat penduduk yang berada di sepanjang bantaran sungai.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat, menjelaskan bahwa wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Kelay dan Segah saat ini menjadi titik krusial yang sangat membutuhkan unit kapal cepat pemadam atau fireboat.

Menurutnya, kondisi pemukiman di sepanjang sungai sangat rapat, sehingga akses pemadaman dari jalur darat seringkali terhambat.

“Yang belum kita miliki saat ini adalah fireboat. Padahal kita punya pemukiman yang sangat padat di area DAS Kelay dan Segah. Apabila terjadi musibah kebakaran di area tersebut, petugas sangat sulit menjangkau titik api dari sisi belakang atau jalur air,” ujar Nofian.


Bergantung pada Kapal Penambang Pasir

Minimnya armada air memaksa petugas Damkar untuk memanfaatkan sarana seadanya saat keadaan darurat. Nofian mengungkapkan, dalam beberapa peristiwa kebakaran di pinggiran sungai baru-baru ini, pihaknya terpaksa meminta bantuan kepada kapal penambang pasir milik warga untuk melakukan penyemprotan dari sungai.

“Kita tidak punya kapal pemadam sama sekali. Sudah dua kali kejadian kebakaran di area pinggiran sungai, kita dibantu oleh kapal penambang pasir untuk upaya pemadaman dari arah air,” ungkapnya.

Usulan Dua Unit Armada
Guna meningkatkan kesiapsiagaan bencana di wilayah DAS, Disdamkarmat telah mengajukan pengadaan unit fireboat kepada pemerintah daerah. Nofian menyebut pihaknya telah memberikan opsi spesifikasi kapal yang sesuai dengan kebutuhan medan di Berau.

“Harga fireboat memang lumayan, antara Rp3 miliar sampai Rp5 miliar, tergantung spesifikasinya. Saya mengusulkan dua unit armada. Kami serahkan pilihannya sesuai dengan spek kapasitas yang dibutuhkan,” jelas Nofian.

Ia berharap usulan ini dapat segera terealisasi. Keberadaan fireboat dinilai bukan sekadar pelengkap armada, melainkan kebutuhan mendesak untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan kebakaran sepanjang aliran sungai.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.