Kendaraan Berat Masih Melintas, DPRD Desak Bangun Portal Permanen

oleh -904 views
Kendaraan besar masih kerap melintas dan membahayakan.

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menyoroti minimnya pengawasan terhadap kendaraan berat yang masih kerap melintas di Jembatan Bujangga. Ia mengingatkan bahwa aktivitas kendaraan bertonase besar tersebut berpotensi mempercepat kerusakan konstruksi jembatan.

Menurut Sumadi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perhubungan (Dishub) perlu segera mengambil langkah konkret untuk mencegah kerusakan yang lebih parah pada infrastruktur vital tersebut.

“Kalau kendaraan berat terus melintas, kondisi jembatan bisa semakin menurun. Jangan sampai kita menunggu kerusakan terjadi baru bertindak,” ujarnya (30/5).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan, pengawasan dan pengelolaan jalur tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Meski demikian, ia menilai Dishub Berau tetap harus aktif berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mencari solusi.

“Terkait Dishub, kemarin sudah saya tanyakan. Ternyata itu merupakan kewenangan provinsi. Tugas Dishub daerah sekarang adalah segera berkoordinasi dengan provinsi untuk mencari solusi mengatasi kendaraan berat yang saat ini masih sering melintas,” katanya.

Sumadi menyoroti kondisi portal pembatas yang sebelumnya telah dipasang. Menurutnya, sejumlah portal tersebut kerap rusak atau roboh setelah ditabrak kendaraan besar yang memaksa melintas.

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, ia meminta pemerintah tidak tinggal diam. Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah menggandeng perusahaan-perusahaan besar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Pemerintah daerah diharapkan dapat meminta dukungan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Berau, seperti Berau Coal, TRH, maupun perusahaan lainnya untuk membantu pembangunan portal jalan yang lebih kokoh dan permanen,” ungkapnya.

Selain pembangunan portal permanen, Sumadi juga meminta pemasangan rambu dan papan peringatan yang lebih jelas agar kendaraan bertonase besar tidak lagi melintasi jembatan tersebut.

Ia turut mengimbau masyarakat dan pelaku usaha angkutan untuk memiliki kesadaran bersama dalam menjaga aset publik. Menurutnya, pembiaran terhadap kendaraan berat yang melintas hanya akan mempercepat kerusakan jembatan.

“Harapan kita, masyarakat dapat bersama-sama menyadari bahwa jembatan ini sangat vital. Jangan sampai kita menunggu jembatan rusak baru kemudian bertindak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.