Kelanjutan Fungsi Sungai Bergantung pada Perilaku Masyarakat

oleh -348 views
Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setda Berau, Mustakim Suharjana bersama kadis DLHK Zulkifli dalam acara aksi bersih sungai. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan bahwa keberlanjutan fungsi Sungai Segah dan Sungai Kelay sebagai urat nadi perekonomian daerah tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah semata. Kepedulian bersama serta perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah langsung dari sumbernya menjadi kunci utama.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang diwakili oleh Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setda Berau, Mustakim Suharjana. Pernyataan itu diungkapkan saat kegiatan aksi gotong royong Bersih Sungai Segah bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau serta seluruh pemangku kepentingan dalam rangka peringatan Hari Sungai Nasional 2026.

“Sungai Segah dan Sungai Kelay adalah aset lingkungan yang sangat vital bagi Berau. Di dalamnya ada jalur transportasi, perikanan, pertanian, hingga keramba yang menyokong sosial budaya dan ekonomi warga. Kedepan, kualitas lingkungan harus kita posisikan sebagai bagian dari infrastruktur utama yang wajib dijaga bersama,” ujar Mustakim mewakili Bupati Berau.

Meski pemerintah berkewajiban menyiapkan regulasi, infrastruktur, pengelolaan, dan pengawasan, Bupati Sri Juniarsih melalui Asisten II mengingatkan bahwa efektivitas menjaga kebersihan sungai sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan generasi muda.

Menyoroti persoalan sampah yang sering menumpuk di perairan, Mustakim menekankan pentingnya pengolahan sampah rumah tangga secara mandiri agar tidak terhanyut ke aliran sungai saat hujan turun. Menurutnya, slogan klasik “buanglah sampah pada tempatnya” sudah kurang relevan dan perlu digantikan dengan komitmen “mengelola sampah sendiri”.

“Penumpukan sampah di sungai adalah cerminan dari pengelolaan yang belum selesai di tingkat rumah tangga. Jika sampah dipilah dan dikurangi dari sumbernya, beban pencemaran sungai akan berkurang secara signifikan,” jelas Mustakim.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kualitas air sungai yang terjaga bersih berdampak langsung pada efisiensi biaya pengolahan air minum daerah. Pencemaran sungai yang kian tinggi dinilai dapat membengkakkan biaya operasional, yang pada akhirnya berisiko membebani masyarakat.

Selain masalah sampah, Pemkab Berau turut menyoroti ancaman pendangkalan akibat laju sedimentasi di jalur transportasi perkapalan yang tercatat mencapai 45 cm per tahun. Pemerintah daerah mengapresiasi peran para penambang pasir lokal yang selama ini dinilai membantu proses pengerukan sungai secara mandiri. Pihaknya berharap legalitas perizinan para penambang pasir lokal tersebut dapat segera dituntaskan oleh pemerintah provinsi demi menjaga kedalaman alur sungai.

“Peringatan Hari Sungai Nasional ini bukan sekadar seremonial atau aksi gotong royong satu hari saja, melainkan awal dari perubahan perilaku yang konsisten,” pungkas Mustakim menyampaikan pesan Bupati Berau, sekaligus mengajak masyarakat untuk bijak mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta mengedukasi generasi muda bahwa sungai adalah sumber kehidupan yang wajib dilindungi.

(adv/pem26*/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.