Talkshow Pengelolaan Sampah di Stand DLHK Expo Berau 2023: Regulasi, Mengurangi Plastik dan Manfaat Limbah

oleh -2,236 views
Talkshow Pengelolaan Sampah di stand DLHK Expo 2023. (Dok)

DINAS Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau benar-benar memanfaatkan momen Expo 2023 kali ini dengan sebaik baiknya, agar dapat menyampaikan pesan kebersihan dan lingkungan serta kesan masyarakat. Sesuai jadwal di stand DLHK, pada Kamis (2/10/2023) menggelar talkshow atau yang bisa juga disebut tayang bincang (gelar wicara).

Mengusung tema Pengelolaan Sampah, dengan narasumber civitas Akademik Rabiatul Adawiyah ketua Prodi Teknik Lingkungan Universitas Muhammdiyah Berau (UMB), Charlie Pandjaitan dari Stiper dan Rahmatullah dari STIT Muhammadiyah Berau. Sementara Irwadi Siregar moderator yang mengatur jalannya acara.

Dalam temu wicara ini, melemparkan bola masalah bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan bersama termasuk Perguruan Tinggi. Moderator Irwadi Siregar menyebut harus ada peran Universitas ataupun Perguruan Tinggi yang ada di Berau.

Sehingganya Rabiatul di hadapan jajaran mahasiswa yang hadir di stand pameran DLHK, menjelaskan benar adanya perlu peran Universitas. “Apalagi kami di Teknik Lingkungan, bisa dan mampu merekayasa. “ katanya. Namun , lanjutnya, perlunya turunan dari peraturan sampah, bahwa ada peraturan yang dibuat. Perda pengelolaan sampah yang dibuat belum spesifik , targetnya tidak jelas , termasuk pengelolaan sampah B3 (limbah yang mengandung bahan beracun dan berbahaya).

“Seperti di Bali, mengapa mereka konsen dengan sampah. Karena mereka memiliki daerah yang menjadi andalan sebagai income PAD nya. Kita kurang regulasi, seperti pengurangan plastik, dan kami akademisi, praktik dalam belajar mengajar, bisa mendukung termasuk penekanan timbulan sampah maupun penangananya.

Rabiatul juga bercerita di UMB juga membentuk bank sampah, dan sekarang memiliki kendala.” Kami sekarang memulai dengan cara mengelola semua acara dengan minim sampah . Kita mencoba menekan timbulan sampah dalam lingkungan Perguruan Tinggi,” paparnya.

Sementara Rahmatullah Dosen di STIT, mengemukakan kalau kebersihan sebagian dari iman, sementara kita saat ini belum bisa bersih. Problem kita teori teori tidak dipraktikkan, dari lingkungan, sebutnya .

Bagaimana pendidikan terintegrasi dengan pengelolaan sampah, bicara mengenai agama, islam juga mengajarkan untuk menjaga lingkungan. ketika lingkungan kita tidak jaga, maka kita sendiri yang menerima dampaknya. Sudah jelas seperti di surah Ar Rum.

Sedangkan narasumber Charlie Pandjaitan yang mengajar mata kuliah ilmu tanah, konservasi tanah dan air serta Agroforestry dari Stiper menyebutkan untuk saat ini belum ada mata kuliah pengelolaan sampah. Namun di Stiper menugaskan agar mahasiswa untuk mengelola limbah.

“Dengan mengelola limbah kita mengurangi pencemaran lingkungan, mahasiswa diarahkan mengunakan pupuk organik, rata rata mahasiswa , mengerjakan hal terkecil dan dapat menularkan ke keluarga. Limbah keluarga bisa bermanfaat,” katanya.

Limbah yang dimaksud adalah limbah rumah tangga, kotoran hewan, limbah tahu, daun daun di taman.
Masih Charlie , dalam kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, bagaimana pembuatan kompos. Di Gurimbang Mahasiswa kita menyuluh agar limbah di manfaatkan menjadi pupuk berkualitas, , Begitu pula di Inaran dan Labanan, mengunakan limbah rumah tangga.

“Masyarakat diajari mengumpulkan sampah di buat pupuk orgnaik. Apalagi harga pupuk naik, kita sarankan mengunakan pupuk organik, di Institut perencanaan membuat rumah kompos , mahasiswa terhadap lingkungan sekitar kampus , bagaimana limbah rumah tangga dibuat bermanfaat. Apalagi gencarnya efek rumah kaca, yang mana peningkatan suhu bumi yang disebabkan oleh konsentrasi karbon diaoksida dan karbon monoksida yang tinggi. “Kalau dari sampah menghasilkan gas metana, ini lebih kuat dari karbon dioksida,” pungkasnya. (adv/dl/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.