Bongkar Bangunan Lama Puskesmas Tanjung Redeb Sudah Capai 90 Persen

oleh -809 views
Pembongkaran gedung puskesmas Tanjung Redeb. foto Dinkes

TANJUNG REDEB,DIMENSINEWS-  Agar tercipta pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kecamatan Tanjung Redeb dan sekitarnya makin cepat tertata maksimal serta bersih, Pemerintah Kabupaten Berau membangun gedung Puskesmas Tanjung Redeb mengantikan bangunan yang telah tua yang telah berusia 46 tahun.

PPTK Proyek Pembangunan Gedung Baru Puskesmas Tanjung Redeb Deddy Adi Chandra mengatakan kondisi terkini telah memasuki tahap pembongkaran dan perataan tanah bangunan lama yakni mencapai 90 persen

“Masih tahap pembongkaran sudah 90 persen tinggal pembersihan lokasi. Soalnya di sana sudah ada alat berat dan tiang pancang atau paku bumi telah siap ditancap,” ungkapnya Rabu (7/8/2024)

Kata dia proyek pembangunan gedung baru Puskesmas Tanjung Redeb menggunakan anggaran APBD 2024 sebanyak Rp 6 miliar lebih ditargetkan rampung bulan Desember mendatang

“Dengan anggaran dana 6 Miliar lebih diperkirakan selesai bulan Desember dengan luas sekitar 800 meter persegi serta memiliki 2 lantai. Jadi itu gedung rehap total dan Puskesmas bakal punya gedung baru,” ucapnya.

PTK Proyek Pembangunan Gedung Baru Puskesmas Tanjung Redeb Deddy Adi Chandra . foto dok dimensinews.id

 

Tujuan renovasi gedung Puskesmas Tanjung Redeb yang lama karena belum memenuhi syarat standar akreditasi Kementrian Kesehatan (KemenKes) RI

“Sehingga kami sesuaikan. Jadi dibongkar bangunan lama dan bangunan labkesda bagian belakang juga supaya jadi satu puskesmas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau Jaka menambahkan untuk pelayanan di Puskesmas Tanjung Redeb tidak ada rawat inap

“Karena sudah di back-up sama rumah sakit yang ada pelayanan di Puskesmas adalah rawat jalan dan IGD 24 jam,” tuturnya.

Begitu juga untuk berapa kasur IGD 24 jam dan rawat jalan tersedia di Gedung Baru Puskesmas Tanjung Redeb masih dalam tahap koordinasi lebih lanjut.

“Tergantung kebutuhan ke depan masih kami rapatkan dengan manajemen puskesmas. Tapi biasanya tidak sampai 10 tempat tidur rawat jalan atau pun IGD yang disediakan nantinya,” imbuhnya.

Kemudian ketersediaan IGD 24 jam di Puskesmas Tanjung Redeb nantinya kata dia untuk menangani kasus-kasus tertentu yang bisa ditangani tanpa harus merujuk ke Rumah Sakit Abdul Rivai

“Kemudian kalau standarisasi non rawat inap itu ada dua dokter lalu kalau IGD itu minimal ada 3 dokter,” pungkasnya.  (Adv/kes/si)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.