Dinkes Berau Gelar Latihan Penanganan Sakit Kusta

oleh -1,745 views
Pembukaan pelatihan peningkatan kapasitas petugas program P2-Kusta/Frambusia di ruang RPJMD Bapelitbang, Selasa (6/8/2024)

TANJUNG REDEB,DIMENSINEWS-  Dinas Kesehatan Berau melakukan pelatihan peningkatan kapasitas petugas program P2-Kusta/Frambusia di ruang RPJMD Bapelitbang

Wakil Supervisor P2 Kusta Frambusia Kabupaten Berau Anda Nuriyanto mengatakan tujuan kegiatan tersebut menyasar ke 21 Puskesmas dan 2 RSUD di Bumi Batiwakkal

“Semua ini adalah pelayanan fasyankes milik pemerintah daerah. Dari 21 puskesmas ini ada terdiri perawat dokter kemudian ada kesmas atau epidemiologi. Mereka semua bertanggung jawab sebagai pj program p2 kusta dan frambusia,” ucapnya Rabu (7/8/2024).

Kata dia tujuan dari pelaksanaan pelatihan peningkatan kapasitas petugas program P2-Kusta/Frambusia adalah mempertahankan status hijau atau eradikasi Frambusia

“Dan kita juga mempertahankan status agar status kusta di Kabupaten Berau tidak semakin banyak atau tetap terkontrol,” ungkapnya.

Sebab sambungnya andai pun kasus kusta meningkat di Kabupaten Berau maka bisa diobati sesuai standar kesehatan.

“Karena di bulan Maret 2024 lalu Kabupaten Berau ini sudah menerima sertifikat eradikasi Frambusia dari kementerian kesehatan RI yang diterima oleh bapak asisten 1 bersama ibu kadis Dinkes Berau di Jakarta,” tuturnya.

Kemudian terkait dengan kurikulum pembelajaran latihan penanganan peningkatan kapasitas petugas program P2-Kusta/Frambusia melalui laman resmi Kemenkes RI

“Namanya website resmi kemenkes ri siapel menurut kurikulum siapel. Nah kita sudah laksanakan kegiatan ini selama 4 hari sejak tanggal 5 sampai tanggal 8 Agustus,” tuturnya.

“Dengan kurikulum tersebut kita juga punya kewajiban praktikkum dengan pasien langsung yang menderita kusta,” tambahnya

Tujuan menghadirkan langsung pasien terkena kusta agar perawat dan dokter tidak hanya sekedar menerima teori

“Tetapi juga secara praktis teoritis regulatis mereka tahu apa yang harus dikerjakan apa saja yang harus diperiksa apa saja yang dicatat,” imbuhnya.

Besar harapannya ke depan setelah mengikuti pelatihan para perawat dan dokter bisa menerapkan ilmu saat merawat orang sakit kusta

“Ketemu dengan pasien dan pasien itu bisa dilihat kemudian di catat diwawancarai jika perlu diberikan terapi ya langsung diberikan terapi,” tuturnya.

Termasuk pihaknya meminta kepada para perawat dan dokter yang bisa kesempatan mengikuti pelatihan tersebut dapat memberikan pemahaman teori juga kepada tim pelayanan kesehatan baik di Puskesmas serta Rumah Sakit setempat

“Jadi tidak ada istilah tidak bisa semua bisa tetap dilayani,” pungkasnya.(Adv/kes/si)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.