Detak Jantung yang Mengingatkan Bali

oleh -56 views

BALI – Di layar monitor EKG, garis hijau itu mendadak bergelombang tak wajar. Seorang atlet muda terdiam, dokter kardiologi yang mendampingi mengerutkan dahi. Ruangan pemeriksaan sontak hening, hanya bunyi mesin yang terus berdetak. “Kita perlu evaluasi lebih dalam,” ujar sang dokter pelan.

Itulah satu dari 95 atlet Bali yang menjalani pemeriksaan kesehatan menjelang Porprov XVI 2025. Dari hasil skrining, 20 atlet terdeteksi mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah. Dua di antaranya harus menjalani pemeriksaan lanjutan karena kelainan serius.

“Pemeriksaan ini penting agar atlet bisa tampil prima tanpa mengabaikan keselamatan jantung mereka,” kata dr. I Nyoman Wiryawan, SpJP, kardiolog yang memimpin tes itu.

Dari Alarm ke Aksi

Temuan ini jadi alarm sehat yang tak bisa diabaikan. KONI Bali merespons cepat dengan menggelar Workshop Kesehatan Atlet di kantornya, Kamis (21/8). Ketua Umum KONI Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan, menyebut workshop ini bukan formalitas, melainkan langkah mitigasi jelang Porprov yang tinggal hitungan hari.

“Kita ingin empat sukses: prestasi, pelaksanaan, administrasi keuangan, dan ekonomi kerakyatan,” tegas Oka.

Menjaga di Balik Layar

Di balik workshop itu, tim medis bergerak. Dokter spesialis jantung dari PJT Sanglah hadir, juga dokter olahraga RS Siloam, dan para akademisi fisioterapi dari UNUD, UNBI, hingga UNDHIRA. RS Siloam bahkan meluncurkan Pos Kesehatan Atlet, dipimpin dr. Antony, Sp.KO, satu-satunya spesialis kedokteran olahraga di Bali.

“Kesehatan atlet bukan sekadar penunjang, tapi pondasi. Tanpa itu, prestasi hanya sesaat,” jelas dr. I Gusti Ngurah Putra Eka Santosa, kepala bidang kesehatan KONI Bali.

Pesan untuk Para Atlet

Tim medis juga mengingatkan hal sederhana namun vital: setiap atlet wajib punya BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, menjaga gizi seimbang, hingga menurunkan intensitas latihan menjelang pertandingan.

“Jangan tunggu tubuh memberi sinyal bahaya. Lebih baik kita jaga sejak awal,” ujar dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, Sp.KK, anggota tim kesehatan KONI Bali.

Lebih dari Sekadar Podium

Dari detak jantung di layar EKG hingga workshop kesehatan, satu pesan ditegaskan: olahraga prestasi tak bisa hanya dihitung dari medali. Ia juga soal menjaga manusia di baliknya.

Karena kemenangan sejati bukan cuma di podium, melainkan di setiap jantung atlet yang berdetak sehat untuk masa depan.

(esf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.