Driver Ojol Berau Gelar Aksi, Tuntut Tarif dan Kebijakan Aplikator

oleh -757 views
Puluhan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam komunitas Gojek, Grab, dan Maxim menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Bupati Berau, Selasa (9/9/2025). foto Toni Arman Dimensinews.id


TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Puluhan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam komunitas Gojek, Grab, dan Maxim menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Bupati Berau, Selasa (9/9/2025). Mereka menolak sejumlah kebijakan aplikator yang dinilai merugikan mitra pengemudi dan menuntut pemerintah daerah ikut memperjuangkan aspirasi tersebut.

Dalam aksi itu, massa menyuarakan beberapa tuntutan, mulai dari penghapusan sistem jam operasional GoFood (driver slot) dan double order, evaluasi fitur tawar tarif serta layanan hemat GrabBike dan GoRide, hingga penyesuaian tarif ongkir Maxim Food. Mereka juga meminta pemerintah menghentikan penerimaan mitra baru serta mendorong adanya kantor operasional resmi Gojek dan Grab di Kabupaten Berau.

Kepala Dinas Perhubungan Berau, H. Andi Marewangeng, menemui massa dan menegaskan pemerintah telah menindaklanjuti aspirasi serupa dalam pertemuan sebelumnya. Menurutnya, poin-poin tuntutan sudah dituangkan dalam draf surat resmi yang akan ditandatangani Bupati Berau. “Isinya sama dengan yang kita bahas kemarin. Tinggal direview dan ditandatangani Ibu Bupati. Kami akan tindak lanjuti secepatnya,” ujarnya.

Andi juga memastikan pemerintah tidak akan menambah jumlah mitra baru demi menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan jumlah pengemudi. “Kalau mitra terus bertambah, supply dan demand tidak seimbang. Ini yang harus kita jaga,” katanya.

Senada, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Berau, H. Didi Rahmadi, menyampaikan bahwa surat resmi terkait aspirasi driver akan segera disahkan dalam satu hingga dua hari ke depan. “Setelah itu akan ada pertemuan lanjutan dengan driver ojol untuk membahas teknis. Namun karena ini kewenangan aplikator, pemerintah daerah hanya bisa mendorong, tidak bisa memaksa,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebelumnya juga sudah menyampaikan surat kepada Kementerian Perhubungan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait masalah serupa. “Kita sebenarnya tinggal menunggu tindak lanjut dari pusat. Tapi secara administratif, komitmen Pemkab jelas, aspirasi ini sudah kita fasilitasi,” kata Didi.

Aksi yang berlangsung damai itu ditutup dengan ajakan pemerintah agar massa tetap menjaga kondusivitas. “Kita semua pengguna ojol, mari berbagi rezeki dan menjaga kedamaian di Berau,” kata Andi Marewangeng.

(Ton/esf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.