Driver Ojol Berau Keluhkan Tarif Murah, Pemkab Siapkan Surat Resmi ke Aplikator dan Kementerian

oleh -1,248 views
Rapat mediasi multipihak tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, bertempat di Ruang Rapat Kakaban, Kantor Bupati Berau, Senin (7/9/2025). foto dok Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan komitmennya menampung aspirasi para driver ojek online (ojol) yang memprotes kebijakan tarif murah dan program aplikator yang dinilai merugikan pengemudi. Aspirasi tersebut akan difasilitasi melalui surat resmi Bupati Berau kepada pihak aplikator dan kementerian terkait.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, dalam rapat mediasi multipihak di Ruang Kakaban, Kantor Bupati, Senin (7/9/2025). Pertemuan dihadiri Asisten I Setkab Berau M. Hendratno mewakili Bupati Sri Juniarsih Mas, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, perwakilan Polres Berau, pihak aplikator Maxim, serta komunitas driver ojol.

“Kami hadir sebagai fasilitator, bukan untuk mengintervensi kebijakan internal aplikator. Aspirasi ini akan kami sampaikan melalui surat resmi yang ditandatangani Bupati,” ujar Muhammad Said.

Dalam forum itu, para driver dari berbagai aplikator menyuarakan keluhan mereka. Pengemudi Gojek meminta pengaturan ulang jam operasional GoFood dan penghapusan program double order. Driver Grab mengeluhkan sistem tawar tarif serta keberadaan layanan tarif hemat. Sementara pengemudi Maxim menilai tarif layanan Maxim Food terlalu rendah. Selain itu, mereka juga meminta agar setiap aplikator memiliki perwakilan resmi di Kabupaten Berau agar keluhan dapat segera ditangani.

Asisten I M. Hendratno mengingatkan pentingnya menjaga kondusifitas daerah. Menurutnya, keberadaan para driver ojol merupakan suara hati keluarga yang berjuang mencari nafkah. “Mari kita jaga kedamaian sambil menunggu solusi terbaik,” katanya.

Perwakilan Maxim, Arda Yomi, menjelaskan bahwa sistem operasional Maxim di Berau menggunakan skema waralaba lokal sehingga mekanismenya berbeda dengan wilayah lain. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Berau, H. Andi Marewangeng, memastikan seluruh aspirasi telah dicatat untuk ditindaklanjuti. Kasat Intelkam Polres Berau, AKP Chandra Buana, menegaskan kepolisian siap menjaga suasana tetap aman. Ia berharap para driver tetap bersabar karena persoalan ini menyangkut kebijakan perusahaan dan regulasi pusat.

Mediasi yang berlangsung kondusif itu ditutup dengan penegasan Pemkab segera menyusun dokumen resmi berisi aspirasi driver. Dokumen tersebut akan disahkan Bupati dan diteruskan ke Kementerian Perhubungan, Kementerian Kominfo, serta pihak aplikator.

Meski demikian, komunitas driver memastikan tetap menggelar aksi damai pada Selasa (9/9/2025) di depan Kantor Bupati Berau sebagai bentuk penegasan aspirasi yang mereka perjuangkan.

(adv/pem25/ton/esf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.