Perubahan Cuaca Tidak Menentu, Dinkes Imbau Masyarakat Untuk Terapkan PHBS

oleh -411 views
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Berau, Garna Sudarsono. foto Toni Arman dimensinews.id

TANJUNG REDEB , DIMENSINEWS – Perubahan Cuaca yang tidak menentu membuat Kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan flu di Kabupaten Berau terus mengalami peningkatan.meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau telah memastikan flu yang beredar saat ini bukan disebabkan oleh virus baru maupun Influenza A, melainkan masih tergolong flu musiman biasa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Berau, Garna Sudarsono mengaku sampai saat ini belum ada laporan resmi yang masuk dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait masuknya influenza tipe baru ke Indonesia, termasuk ke wilayah Berau.

” hingga kini belum ada peningkatan atau informasi terkait kasus baru ataupun penyakit baru. Terlebih di Kabupaten Berau, sejauh ini belum ada. Hanya peningkatan ISPA seperti yang terjadi kemarin,” ujar Garna beberapa waktu lalu

Disampaikannya, menurut data Dinkes Berau, peningkatan kasus ISPA tercatat paling banyak terjadi pada Juli sampai dengan September 2025, naik dari sekitar 3.375 kasus menjadi 4.646 kasus.

” Kenaikan tersebut dinilai masih wajar dan sesuai pola musiman yang sering terjadi saat pergantian musim. Memang ada peningkatan, tapi masih dalam batas normal. Tidak ada penyakit baru, dan tidak ada gejala keparahan yang luar biasa,” jelasnya

Disebutkannya, kelompok usia 9 hingga 60 tahun menjadi yang paling banyak terpapar, yang mana kelompok usia tersebut paling banyak terpapar penyakit ISPA karena memiliki aktivitas tinggi di lingkungan sekolah, tempat kerja, dan area publik.

Dijelaskannya pula, Kecamatan Tanjung Redeb menjadi wilayah yang tercatat paling banyak kasus ISPA yang terjadi, dikarenakan sesuai dengan jumlah kepadatan penduduknya.

” Jumlah penduduk Tanjung Redeb merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk lebih banyak dan lebih tinggi. sehingga tanjung menjadi penyumbang terbanyak,” ungkapnya.

Ia pun menerangkan, bahwa penyakit ISPA merupakan penyakit yang masuk dalam 10 besar paling banyak setiap tahunnya, dan mudah di tularkan. Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan penularan penyakit ini, salahsatunya adalah daya tahan tubuh.

” Kewaspadaan tetap perlu kita jaga. Jaga kondisi tubuh supaya daya tahan tetap baik, gunakan masker jika sedang sakit, perbanyak minum air putih, makan buah dan sayur, serta berolahraga secara teratur,” tuturnya

Ia mengimbau masyarakat agar terus menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan, terutama di musim pancaroba seperti saat ini.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.