Wajib Lolos Uji Kelayakan! Dinas Perikanan Berau Ketatkan Aturan Kapal Nelayan Demi Prioritaskan Keselamatan

oleh -228 views
Fungsional Pengawas Perikanan Dinas Perikanan Berau, Budi Harianto. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Demi memastikan keselamatan para nelayan di Kabupaten Berau, Dinas Perikanan Kabupaten Berau telah melaksanakan uji kelayakan terhadap seluruh kapal nelayan yang beroperasi di wilayah perairan Berau.

Fungsional Pengawas Perikanan Dinas Perikanan Berau, Budi Harianto, menyampaikan bahwa setiap kapal yang beroperasi di wilayah perairan Berau wajib memenuhi standar keselamatan sebelum mendapatkan Surat Kelayakan Operasi dan Surat Izin Berlayar.

Cek Standar Keamanan: Pelampung hingga APAR
Pemeriksaan kelayakan difokuskan pada ketersediaan alat-alat vital. Budi menjelaskan bahwa alat keselamatan seperti pelampung dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) harus diperiksa secara teliti.

“Alat keselamatan seperti pelampung dan APAR harus Kami cek terlebih dahulu. Untuk alat seperti pelampung, biasanya akan kami lebihkan dua sampai tiga dari jumlah awak kapal, misal jumlah awaknya 12 paling tidak memiliki 16 pelampung dan tiga alat pemadam,” ujar Budi (31/10/2025).

Pemeriksaan kelayakan kapal juga mencakup kesiapan ruang palka dan perlengkapan navigasi kapal. Hal ini penting agar Dinas Perikanan dapat mengetahui titik lokasi kapal saat terjadi insiden di lapangan.

Pemantauan Kapal via VMS
Untuk menjamin pemantauan yang akurat, setiap kapal nelayan di Berau telah dilengkapi dengan Vessel Monitoring System (VMS). VMS adalah alat pelacak posisi kapal yang juga memiliki tombol darurat dan mengirimkan koordinat lokasi kapal.
“Sebelum kapal berangkat, sudah kami pastikan aman untuk berlayar, dan jika terjadi sesuatu maka kita sudah tahu titik kapal berada untuk melakukan bantuan,” jelasnya.

Budi Harianto menegaskan bahwa meskipun kapal telah lolos uji kelayakan, kondisi cuaca yang tidak menentu tetap menjadi kendala utama bagi nelayan.

“Banyak insiden kapal nelayan tenggelam akibat badai atau cuaca buruk yang datang mendadak,” katanya.

Meski demikian, Budi meyakini para nelayan sudah berpengalaman dalam membaca kondisi cuaca saat melaut. Ia menambahkan bahwa biasanya saat nelayan memprediksi adanya cuaca buruk, mereka akan mencari perlindungan.

“Biasanya Karang Malalungun menjadi tempat berlindung yang biasa dipakai nelayan, karena perairannya dangkal,” ungkap Budi.
Dinas Perikanan Kabupaten Berau mengimbau para nelayan agar terus waspada terhadap perubahan cuaca, terutama angin barat daya yang sulit diprediksi, dan menutup pernyataannya: “Keselamatan para nelayan adalah prioritas yang diutamakan, nelayan adalah pahlawan penyedia pangan laut bagi masyarakat.”

(adv/kom25/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.